Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

BI Catat Transaksi Langsung Indonesia-Thailand Rp 121 Miliar

Senin 25 Mar 2019 10:51 WIB

Rep: Novita Intan/Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas ekspor impor

Aktivitas ekspor impor

Foto: Republika/Prayogi
Rata-rata transaksi bulanan mencapai Rp 58 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia menyampaikan implementasi Local Currency Settlement (LCS) antara Indonesia dan Thailand telah berdampak positif bagi perdagangan bilateral Indonesia dan Thailand. LCS merupakan penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan di dalam wilayah salah satu negara dengan menggunakan mata uang lokal.

Gubernur Bank Indonesia mengatakan kesepakatan ini telah memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antar negara. Sejak diimplementasikan pada 11 Desember 2017, total transaksi perdagangan melalui LCS telah menunjukkan peningkatan. 

Baca Juga

Sepanjang 2018, total transaksi perdagangan melalui LCS mencapai rata-rata 130 juta baht Thailand atau setara Rp 58 miliar per bulan. Sementara untuk dua bulan pertama 2019, transaksi LCS telah mencapai 272 juta baht atau setara Rp 121 miliar.

Jumlah ini meningkat tajam dari periode yang sama tahun lalu sebesar 69,5 juta baht atau setara Rp 30 miliar. Perkembangan implementasi LCS tersebut menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi pertemuan bilateral antara Gubernur Bank Indonesia dan Gubernur Bank of Thailand, Veerathai Santiprabhob pada 23 Maret 2019 di Jakarta.

Selain LCS, pertemuan strategis tersebut membahas mengenai perkembangan perekonomian kedua negara serta arah dan implementasi kebijakan bank sentral terutama di bidang sistem pembayaran. Kedua bank sentral menekankan pentingnya optimalisasi manfaat perkembangan ekonomi dan keuangan digital dengan berbagai inovasi teknologi terkini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. 

Optimalisasi manfaat ditempuh dengan tetap memitigasi potensi risiko yang mungkin terjadi. Termasuk dari sisi stabilitas sistem keuangan, serta Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT).

Bank Indonesia dan Bank of Thailand secara rutin melakukan tukar pandangan dan pengalaman sehingga dapat memperkaya dan memperkuat kapasitas kedua belah pihak dalam mengelola risiko dan tantangan ke depan. Demikian disampaikan Perry dalam kesempatan pertemuan. 

Bank Indonesia dan Bank of Thailand meyakini bahwa penguatan kerja sama antar otoritas di tingkat bilateral, regional, dan multilateral menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian perekonomian global yang tinggi.

Ke depan, kedua Gubernur meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua bank sentral, termasuk melanjutkan pertemuan bilateral dalam tataran Pimpinan Bank Sentral maupun dalam tataran teknis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA