Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

BI: Posisi Investasi Internasional Indonesia Meningkat

Jumat 22 Mar 2019 15:17 WIB

Red: Nidia Zuraya

INVESTASI(illustrasi)

INVESTASI(illustrasi)

Per akhir kuartal IV 2018, PII Indonesia mencatat net kewajiban 317,8 miliar dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir 2018 mencatat peningkatan net kewajiban. Peningkatan ini didorong oleh naiknya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

Pada akhir kuartal IV 2018, PII Indonesia mencatat net kewajiban 317,8 miliar dolar AS atau 30,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut meningkat dari posisi net kewajiban pada akhir kuartal III 2018 yang tercatat 292,5 miliar dolar AS atau 28,0 persen dari PDB.

Dalam penjelasan pers tertulis, Jumat (22/3), BI menilai perkembangan PII Indonesia pada kuartal IV 2018 itu masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap PDB yang relatif stabil di kisaran rata-rata negara peers sebesar 30,5 persen.

Di samping itu, struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang. Meski demikian, BI akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian.

Ke depan, BI meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, pendalaman pasar keuangan, fiskal, dan reformasi struktural.

Dijelaskan, peningkatan net kewajiban PII Indonesia tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi KFLN yang lebih besar dari peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Peningkatan posisi KFLN Indonesia, yang terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, merupakan cerminan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian domestik.

Pada akhir triwulan IV 2018, posisi KFLN naik 5,0 persen (qtq) atau sebesar 31,9 miliar dolar AS menjadi 664,8 miliar dolar AS. Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan faktor pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Posisi AFLN Indonesia juga meningkat terutama didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk cadangan devisa. Posisi AFLN pada akhir kuartal IV 2018 tercatat naik 1,9 persen (qtq) atau sebesar 6,5 miliar dolar AS menjadi 347,0 miliar dolar AS.

Peningkatan posisi AFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi negatif atas AFLN, sejalan dengan penurunan rata-rata indeks saham negara-negara penempatan AFLN dan faktor penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA