Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

JK Ingatkan Wajib Pajak Segera Lapor SPT

Senin 18 Mar 2019 12:39 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

SPT Pajak Tahunan: Sejumlah wajib pajak antre untuk melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum'at (22/2/2019).

SPT Pajak Tahunan: Sejumlah wajib pajak antre untuk melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum'at (22/2/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
JK menilai tidak sulit bagi masyarakat untuk melaporkan SPT pajaknya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan seluruh wajib pajak segera melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan. Menurut JK, jangan sampai terlewat waktunya yang akan berakhir pada 31 Maret mendatang.

"Masih ada waktu lebih 12 hari agar masyarakat itu mempergunakan waktu karena kalau nggak pasti kena denda," ujar JK usai mengisi laporan SPT tahunan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (18/3).

JK menilai tidak sulit bagi masyarakat untuk melaporkan SPT pajaknya, tanpa harus mendatangi kantor pajak. Itu karena, pengisian form laporan SPT bisa dilakukan melalui daring atau online.

"Jadi karena itu saya harapkan kepada masyarakat karena ini sudah bisa tidak perlu kantor Pajak bisa dari rumah dari kantor di cafe juga bisa," ujar JK.

Menurutnya, sistem jaringan untuk pengisian laporan SPT juga akan terus ditingkatkan agar masyarakat tidak terkendala dalam pelaporan pajak. Ia menambahkan, pajak yang dibayar tepat waktu oleh wajib pajak memegang peranan penting bagi pembangunan nasional. JK juga menilai, pembayaran pajak dapat meningkatkan rasio pajak hingga 15 persen.

"Tax ratio kita berapa 11,target kita lima belas kan, sama dengan negara-negara sekitar kita, Singapura, Malaysia. Berarti kewajiban pajak kita harus dilakukan sebaik-baiknya," ujar JK.

Ketua Dewan Masjid Indonesia itu mengatakan, sudah mengisi laporan SPT pajak penghasilannya tahun ini di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

"Biasanya saya di Makassar, karena saya punya data ada di Makassar, data sekarang dengan internet boleh saja dimana-mana,' ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA