Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Surplus Neraca Perdagangan Februari Berdampak Posiitf

Sabtu 16 Mar 2019 07:02 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Neraca Perdagangan Indonesia 2018. (Ilustrasi)

Neraca Perdagangan Indonesia 2018. (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Surplus tersebut banyak dipengaruhi oleh kenaikan pada neraca perdagangan nonmigas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 mengalami surplus 0,33 miliar dolar AS. Jumlah tersebut menurun dari kondisi pada bulan sebelumnya yang tercatat defisit sebesar 1,06 miliar dolar AS.

Bank Indonesia menyampaikan surplus tersebut banyak dipengaruhi oleh kenaikan pada neraca perdagangan nonmigas. Terjadi penurunan impor nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan sementara defisit neraca perdagangan migas tidak banyak berbeda dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Februari 2019 tercatat sebesar 0,79 miliar dolar AS, menurun dibandingkan Januari yang defisit sebesar 0,64 miliar dolar AS.

Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 2,69 miliar dolar AS month to month (mtm), lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas sebesar 1,25 miliar dolar AS (mtm). Penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada impor mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, serta mesin/pesawat mekanik.

Sementara itu, penurunan ekspor nonmigas terutama terjadi pada ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan dan nabati serta bijih, kerak, dan abu logam. Penurunan ekspor nonmigas tersebut tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Defisit neraca perdagangan migas pada Februari 2019 tercatat sebesar 0,46 miliar dolar AS, tidak banyak berubah dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 0,42 miliar dolar AS. Defisit tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 0,15 miliar dolar AS (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan impor migas sebesar 0,10 miliar dolar AS (mtm).

Penurunan ekspor migas terjadi pada komponen gas sejalan dengan penurunan volume ekspor dan harga gas. Sementara itu, penurunan impor migas terjadi pada komponen minyak mentah seiring dengan penurunan volume dan harga impor minyak mentah.

Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan pada Februari 2019 berdampak positif pada upaya memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan. "Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus berkoordinasi mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, sehingga tetap dapat memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," kata Onny dalam siaran pers Bank Indonesia, Jumat (15/3) lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA