Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

BPJS Kesehatan Disebut Sebagai Asuransi Terbesar di Dunia

Kamis 17 Jan 2019 16:25 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan.

Foto: ANTARA FOTO
Anggota BPJS Kesehatan mencapai 251 juta jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan asuransi yang terbesar di dunia.  Jusuf Kalla menyebut, BPJS Kesehatan memiliki anggota hingga 251 juta orang, sedangkan Obama Care hanya 25 juta jiwa.

"Jadilah kita menjadi salah satu lembaga asuransi kesehatan yang mungkin terbesar di dunia," ujar Jusuf Kalla, Kamis (17/1).

Jusuf Kalla menjelaskan, sebelum membentuk BPJS Kesehatan pemerintah telah melakukan studi banding ke Belanda dan Malaysia. Ketika itu, Jusuf Kalla masih menduduki jabatan sebagai Menko Kesra.

JK berpesan studi banding harus dilakukan di negara dengan jumlah penduduk yang hampir sama dengan Indonesia. Dia berpendapat, asuransi kesehatan di Belanda dan Yunani juga memiliki masalah.

"Jangan studi banding ke negara yang penduduknya seperti Yogyakarta, hanya 10 juta tapi mau dipraktikkan di negara berpenduduk 250 juta, tentu tidak mudah. Walaupun juga kita tahu, asuransi kesehatan di Belanda, Yunani juga memiliki masalah," kata Jusuf Kalla.

Baca juga, BPJS Kesehatan: Peserta Kena PHK Dapat Jaminan Kesehatan.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka pemerintah kemudian menyusun Undang-Undamg Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial.

Jusuf Kalla mengatakan, di bidang kesehatan konsepnya adalah tidak membubarkan jaminan kesehatan yang sudah ada. Oleh karena itu, saat menyusun BPJS Kesehatan, Jusuf Kalla membuat konsep satu rumah empat kamar.

"Di UU Tahun 2011 Tentang BPJS, maka semuanya menjadi universal health coverage, yang tentu menjadi satu. Jadilah kita menjadi salah satu lembaga asuransi kesehatan yang mungkin terbesar di dunia," kata Jusuf Kalla.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA