Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Pergerakan Rupiah Tertahan Suku Bunga the Fed

Kamis 20 Des 2018 11:28 WIB

Red: Friska Yolanda

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Foto: Republika/Prayogi
Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank pada Kamis (20/12) pagi, melemah sebesar 63 poin menjadi Rp 14.505 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.442 per dolar AS. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan pergerakan mata uang rupiah cenderung tertahan setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikan suku bunganya.

"Kenaikan suku bunga Fed mempengaruhi mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, diproyeksikan sifatnya sementara," katanya.

The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini sebesar 25 basis poin menjadi 2,5 persen. Dengan demikian, the Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali pada 2018 ini.

Menurut dia, peluang rupiah kembali terapresiasi masih cukup terbuka, mengingat proyeksi pertumbuhan Amerika Serikat yang lebih rendah pada 2019 sehingga The Fed tidak akan agresif dalam menaikan suku bunganya. "Nada negatif akan lebih berkurang ke depannya," katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan ekonom memperkirakan The Fed akan menaikan tingkat suku bunga dua kali lagi pada tahun depan, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebanyak tiga kali. "Dengan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah maka dolar AS diperkirakan bergerak melambat," katanya.

Sementara itu, kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu New York ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin. Menyusul keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya, greenback memperpanjang kenaikannya tetapi masih menetap di level yang lebih lemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1371 dolar AS dari 1,1355 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2622 dolar AS dari 1,2638 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7114 dolar AS dari 0,7171 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,35 yen Jepang, lebih rendah dari 112,53 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9942 franc Swiss dari 0,9928 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3494 dolar Kanada dari 1,3492 dolar Kanada. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA