Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

10 Poin Hasil Pleno Development Committee IMF-Bank Dunia

Ahad 14 Oct 2018 09:15 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Muhammad Hafil

Direktur IMF Christine Lagarde (keenam kiri bawah) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (keenam kanan bawah) bersama gubernur bank sentral dari 189 negara mengikuti sesi foto bersama dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Seminar Kebijakan Moneter. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ( kanan) bersama Gubernur Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus menjadi panelis seminar saat Pertemuan Tahunan IMF - Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Foto:
Risiko yang menekan perekonomian global bisa dijabarkan dalam sejumlah poin sekaligus

Sumber Daya Manusia Menjadi Fokus Pada Pertemuan Tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Poin ketiga, DC menyebut bahwa pertemuan mereka kali ini fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) atau mulai disebut sebagai Modal Manusia. Penguatan SDM ini disebut akan berimplikasi pada pengembangan teknologi, perluasan lapangan kerja, dan berujung pada pengembangan ekonomi secara umum.

Teknologi membuat sejumlah lapangan kerja yang belum muncul dekade lalu, kini mulai bermunculan. DC mengingatkan negara anggota untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan kebutuhannya di pasar keuangan.

Poin keempat, Development Committee membahas tentang perubahan perilaku bekerja. Hal ini berkaitan dengan penyiapan SDM seperti yang disampaikan di poin ketiga di atas. DC memandang bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang bagi negara. DC meminta IMF dan World Bank untuk secara aktif membantu negara anggota untuk ikut mengembangkan SDM, termasuk melalui bantuan pembiayaan.

Poin kelima adalah pembahasan tentang Indeks Modal Manusia (Human Capital Index). World Bank untuk pertama kalinya merilis Indeks Modal Manusia tahun ini. Singapura menempati posisi teratas dari 157 negara dengan skor 0,88, disusul Korea Selatan (0,84), Jepang (0,84), Hong Kong (0,82), dan Finlandia (0,81).

Indonesia menempati rangking ke-87 dengan skor 0,53. Ini berarti produktivitas satu anak yang lahir di negara ini bisa mencapai 53 persen jika dibekali pendidikan dan kesehatan yang baik. DC berharap rilis tentang Indeks Modal Manusia ini mampu mendorong negara anggota untuk memperbaiki upayanya dalam menumbuhkan kualitas SDM.

Poin keenam, DC menyinggung soal perkembangan teknologi dan fungsinya untuk memerangi kemiskinan, serta pemerataan kemakmuran. Namun secara bersamaan, teknologi pula yang menyumbang adanya ketimpangan pembangunan antarnegara. Development Committee mendorong IMF dan World Bank untuk membantu negara anggota dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA