Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

OECD: Ekonomi Indonesia Masih Sehat

Rabu 10 Oct 2018 15:00 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Friska Yolanda

Fakta-fakta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Fakta-fakta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Foto: Republika
Pemerintah perlu menjamin generasi mendatang mendapatkan kesempatan hidup lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis Survei Ekonomi Indonesia 2018 di sela Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia (World Bank) di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10). Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria mengatakan tingkat kepercayaan (confidence level) kepada pemerintah Indonesia lebih tinggi dibanding negara-negara anggota OECD lainnya.

"Ekonomi Indonesia semakin berkembang sehat dan bonus demografi akan semakin mempercepat pertumbuhan tahun depan," kata Gurria di Nusa Dua, Rabu (10/10).

Tingkat kepercayaan kepada pemerintah Indonesia lebih tinggi. Ini bisa menjadi dasar kerja sama ke depan, dalam konteks OECD-Indonesia Joint Work Program.

Survei memprediksi pertumbuhan Indonesia 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen tahun depan. Survei Ekonomi Indonesia oleh OECD dilakukan berkala dua tahunan sejak 2008.

Hal penting yang disoroti adalah menciptakan kondisi yang menjamin generasi mendatang mendapatkan kesempatan hidup lebih baik. Jawabannya adalah infrastruktur, edukasi, kesehatan, dan kualitas kerja untuk memastikan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menanggapi positif hasil survei OECD. Survei ini menurutnya menekankan agar pemerintah harus menaikkan pendapatan, memperkuat pemuda sebagai aset pembangunan yang belum termanfaatkan, dan memperkuat sektor pariwisata.

"Saya senang pandangan umum OECD terhadap ekonomi Indonesia sangat positif dan menginspirasi," katanya.

Pemerintah pada 2019 menargetkan peningkatan pemasukan pajak 16,4 persen. Ada juga sejumlah program peningkatan kapasitas pemuda, seperti pendidikan anak usia dini (PAUD) an akses terhadap sertifikasi guru dan dana operasional sekolah. Di bidang pariwisata, pemerintah mengalokasikan dana khusus, dan melakukan pendekatan holistik sesuai strategi nasional pariwisata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA