Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Jadi Dirut Pertamina, Pakar: Nicke Penuhi 3 Kriteria

Kamis 30 Aug 2018 17:19 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Teguh Firmansyah

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Foto: Republika/ Wihdan
Nicke harus menyukseskan beberapa agenda mendesak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nicke Widyawati resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Pertamina, Rabu (29/8). Berbagai tugas berat sebagai pemimpin tertinggi Pertamina  menantinya. Terutama dalam menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas untuk kebutuhan nasional.

Pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, penetapan Nicket sebagai Dirut Pertamina definitf mengakhiri spekulasi tarik-menarik kelompok berkepentingan dalam tubuh korporasi. Penetapan tersebut sangat penting, sebab Nicke telah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) selama tiga bulan terakhir.

“Apakah Nicke sosok yang tepat? Jika mengacu pada tiga kriteria, profesional, integritas, dan independen, Nicke memenuhi kriteria tersebut,” kata Fahmy kepada Republika, Kamis (30/8).

Baca juga, Nicke Resmi Jadi Dirut Pertamina.

Namun, lanjut Fahmy, Nicke harus menyukseskan beberapa agenda mendesak. Di antaranya, tidak menaikkan harga premium dan aolar, serta meminimalisir potensi kelangkaan BBM di seluruh Indonesia. Selanjutnya, memperbaiki sistem distribusi gas elpiji tiga kilogram subsidi secara tepat sasaran.

Tugas yang tak kalah penting yakni mengimplementasikan program 'BBM Satu Harga' secara nasional dan mempercepat pembangunan kilang minyak untuk mengurangi impor BBM. Adapun di sektor hulu, Nicke wajib melakukan optimalisasi produksi lifting migas di blok terminasi. Pertamina juga dirasa masa harus masuk ke blok baru agar produksi lifting migas ke depan dapat ditingkatkan menjadi satu juta barel per hari.

Selain fokus pada kinerja korporasi, Fahmy mengatakan, Nicke harus segera menyelesaikan integrasi holding migas untuk menjadi world class oil and gas company seperti yang dicita-citakan pemerintah. Sembari itu, harga gas industri di dalam negeri pun perlu segera diturunkan menjadi 6 dolar AS per MMBTU sesuai ketentuan pemerintah.

“Tanpa melakukan agenda-agenda tersebut, dikhawatirkan Nicke akan mengalami nasib serupa seperti dirut-dirut Pertamina sebelumnya. Dimana mereka dicopot sebelum periode kepemimpinan berakhir,” kata Fahmy.

Baca juga, Ini Tantangan Dirut Baru Pertamina

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat ini sudah memiliki langkah yang akan dilakukan dengan jabatan barunya. Nicke memastikan apa yang dia lakukan akan sesuai dengan yang diinginkan pemerintah.

“Yang diamanahkan pemerintah pertama adalah harus mengurangi impor. Itu yang pertama dan implementasinya harus terjadi di semester kedua ini,” kata Nicke di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rabu (29/8).

Selanjutnya, Nicke menegaskan Pertamina akan memulai pembangunan kilang yang diprioritaskan. Dia memastikan target pembangunan kilang yang akan dibangun Pertamina akan dimulai pada tahun ini.

Langkah selanjutnya yaitu terkait permintaan pemerintah untuk memaksimalkan biodisel. “Ketiga yang akan dilakukan yang pasti implemetasi biosolar B20, semua hal itu menjadi short plan yang akan dimulai tahun ini,” tutur Nicke.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA