Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Indonesia Berpotensi Peringkat Empat Negara Ekonomi Terkuat

Rabu 25 Apr 2018 19:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo

Foto: istimewa
Posisi empat besar membuat RI menjadi perekonomian terkuat di Asia Tenggara

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU – Indonesia memiliki potensi menduduki peringkat keempat sebagai negara dengan perekonomian terkuat di dunia. Potensi tersebut dapat terwujud jika masyarakat mampu mempertahankan stabilitas politik hingga sosial.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putri Sandjojo mengungkapkan, berdasarkan data penyedia jasa auditor PricewaterhouseCoopers (PwC) yang merilis potensi Indonesia merangkak naik dalam peringkat ekonomi dunia.

“Kita kalau kita bisa mempertahankan stabilitas sosial kita bisa jika mempertahankan stabilitas politik, dan kita bisa jika mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi," ujar Eko, saat meresmikan Rembug Desa Regional Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun Anggaran 2018, di Hotel Mutiara, Pekanbaru, Riau Rabu (25/4).

Sebelumnya, PwC merilis hasil riset tentang outlook perekonomian dunia. Seperti dilansir dari situs resmi PwC, John Hawksworth, Chief Economist PwC, mengatakan Indonesia akan berada di peringkat lima pada 2030 dengan estimasi nilai PDB  5.424 miliar dolar AS.

Dalam siaran pers kepada Republika.co.id, Eko mengatakan, posisi tersebut akan menjadikan Indonesia dengan perekonomian big emerging market, dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara. Karena itu, Ia pun meyakini pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, dengan tingkat inflasi 3,5 persen pada tahun ini oleh pemerintah akan terwujud.

"Belanja negara juga dianggarkan sebesar Rp 2.204,4 triliun, dengan defisit mencapai Rp 325,9 triliun, total subsidi yang dianggarkan juga semakin meningkat menjadi Rp 172,4 triliun," ujar Eko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA