Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

BTN Kini Bisa Manfaatkan Data Kependudukan

Senin 07 Sep 2015 19:46 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Djibril Muhammad

BTN

BTN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperbaiki sistem teknologi perbankannya yang terkait validasi data. Perseroan bahkan merangkul Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bekerja sama dalam memanfaatkan data kependudukan.

Kemendagri memiliki pusat data identitas seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikumpulkan melalui proses elektronik data kependudukan (e-KTP). "Kerja sama ini akan memudahkan BTN dalam memproses akurasi data nasabah," ujar Direktur Utama BTN Maryono, di Jakarta, Senin, (7/9).

Menurutnya, akurasi data nasabah penting demi mencegah kriminalitas di perbankan. Maryono bahkan mengakui banyak usaha untuk membobol BTN melalui pemalsuan identitas nasabah.

"Kita baru tahu adanya fraud setelah terjadi sehingga ini bisa menjadi sengketa yang memakan waktu bertahun-tahun," jelas Maryono.

Kerja sama BTN dengan Kemendagri meliputi pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pemanfaatan data kependudukan, serta pemanfaatan KTP.

Ia menambahkan, kolaborasi ini juga dapat dimanfaatkan BTN untuk mengoptimalkan penyaluran pembiayaan perumahan. Perseroan yang memang terlibat dalam pembangunan sejuta rumah, akan memanfaatkan data kependudukan ini untuk memudahkan penyaluran pembiayaan.

Sampai Juli 2015, BTN telah menyalurkan 209 ribu rumah. Ditargetkan bisa mencapai 241 ribu rumah hingga akhir tahun. "Memang belum mencapai sejuta rumah karena masih ada kendala perizinan dan lahan," tutur Maryono.

Ke depannya, BTN berencana menggandeng kepala daerah untuk mengoptimalkan lahan di daerah. Maryono pun mengaku sudah berbincang dengan sejumlah kepala daerah dan mendapatkan respon positif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA