Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

BI akan Atur Pertukaran Data Bank dan Fintech

Jumat 22 Feb 2019 02:05 WIB

Red: Nur Aini

Fintech (ilustrasi)

Fintech (ilustrasi)

Foto: flicker.com
Saat ini bank sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan fintech.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengatur pertukaran data antara bank dan perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech). Hal itu agar kolaborasi keduanya dapat seimbang namun juga tetap melindungi konsumen.

Baca Juga

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi mengatakan, saat ini sejumlah bank juga sudah banyak yang bekerja sama dengan perusahaan fintech termasuk untuk pertukaran data. Namun, konteksnya masih bilateral.

"Sebagai regulator, kami perannya kan di tengah. Terhadap konsumen kami juga harus memberikan proteksi, sehingga apapun yang dilakukan, baik kerja sama atau lainnya, misalnya kontraknya, kemudian formatnya atau istilahnya di open banking itu ada API, Application Programming Interface, standardisasinya harus dibikin," ujar Susiati di Jakarta, Kamis (21/2).

Ia menuturkan, pertukaran data antara bank dan fintech dimungkinkan dan praktik tersebut di berbagai negara juga sudah dilakukan. Di Eropa, kata dia, ada directive payment system yang di dalamnya juga mengatur mutualisme antara bank dan fintech.

BI selaku otoritas sistem pembayaran pun akan memfasilitasi hal tersebut untuk mendukung semakin berkembangnya ekonomi digital di Tanah Air.

"Ini bukan wacana, ini suatu hal yang terus kita pikirkan untuk nanti kita terjemahkan dalam berbagai kebijakan atau regulasi," kata Susiati.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Rico Usthavia Frans mengatakan, kolaborasi antara bank dan fintech harus berimbang alias saling menguntungkan keduanya.

"Kita harus imbang sajalah. Terkait pertukaran data antara fintech dan bank, sebagian ada sebagian memang tidak. Mengenai bagaimana standarisasi, interoperability-nya mesti diatur," ujar Frans.

Sementara itu, CEO DANA Vincent Iswara mengatakan, pertukaran data antara fintech dengan bank akan membantu bank untuk membuat produk-produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

"Dengan teknologi, kita bisa bantu melihat transaksi yang sebelumnya tidak kelihatan dan kita bisa bantu dalam pembuatan produk yang lebih relevan untuk konsumen," ujar Vincent.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA