Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Kinerja Pajak Januari Tumbuh Double Digit

Kamis 21 Feb 2019 03:56 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda

APBN 2019: Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan) dan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman (kiri) menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

APBN 2019: Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kanan) dan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman (kiri) menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
PPh nonmigas tumbuh 19 persen secara neto untuk year on year dibandingkan 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengumumkan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019. Pemerintah menyebutkan kinerja pajak menunjukkan performa baik.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan menuturkan, sebagian besar jenis pajak utama menunjukkan kinerja baik dengan pertumbuhan double digit. Khususnya untuk PPh nonmigas yang tumbuh 19 persen secara neto untuk year on year dibandingkan 2018.

"Untuk brutonya, mencapai 14 persen," katanya, Rabu (20/2).

Realisasi penerimaan PPh nonmigas yang tumbuh 19,07 persen (yoy) didukung oleh pertumbuhan penerimaan PPh 21, PPh 22 impor, PPh 25/29 Badan dan PPh final. Seluruhnya tercatat tumbuh berturut-turut sebesar 15,93 persen (yoy), 13,06 persen (yoy), 58,87 persen (yoy) dan 19,89 persen (yoy).

Pertumbuhan penerimaan nonmigas ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya perdagangan internasional Indonesia yang tetap tinggi, terutama aktivitas impor. Selain itu, apresiasi nilai dolar Amerika terhadap rupiah yang turut menjadi pendorong secara tidak langsung.

Di sisi lain, Robert menambahkan, penerimaan PPh migas tercatat tumbuh secara signifikan sebesar 38,23 persen (yoy). "Di mana pertumbuhan utamanya dipengaruhi oleh faktor harga ICP yang masih tinggi," tuturnya.

Robert menilai, kinerja jenis-jenis pajak PPh nonmigas sebagai kontributor penerimaan terbesar memberikan optimisme terhadap kinerja penerimaan pajak sepanjang 2019. Ia berharap, pelaksanaan pemilu dapat memberikan dampak positif tambahan kepada penerimaan pajak. Sebab, pemilu biasanya memiliki hubungan dengan aktivitas yang lebih intensif dari travelling ataupun pembelian barang konsumsi.

"Harusnya, mampu menaikkan nominal," ucapnya.

Sampai akhir Januari, pendapatan negara baru mencapai Rp 108 triliun. Nominal tersebut tidak mencapai lima persen terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang menuliskan target pendapatan sampai akhir tahun adalah Rp 2.165 triliun.

Nilai pendapatan tersebut naik dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp 101,7 triliun. Tapi, secara persentase terhadap APBN, nilainya mengalami penurunan, yaitu dari 5,37 persen menjadi 4,99 persen.

Realisasi tersebut didukung oleh realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 89,76 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 18,32 triliun. "Selain itu, ada penerimaan hibah sebesar Rp 4,60 miliar," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA