Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Kementerian ESDM Gandeng Inggris Demi Energi Terbarukan

Rabu 20 Feb 2019 21:04 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ego Syahrial - Sekjen ESDM

Ego Syahrial - Sekjen ESDM

Foto: Republika/ Wihdan
Program MoU Inggris dan Indonesia adalah Dana Kemakmuran untuk Energi Terbarukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dengan Inggris di bidang Kerja Sama Pengembangan Energi Rendah Karbon bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik, Rabu (20/02).

Program yang akan dilaksanakan di bawah MoU ini adalah Dana Kemakmuran (Prosperity Fund) untuk Energi Terbarukan Indonesia dan Dana Kemakmuran untuk Energi Rendah Karbon ASEAN. Dengan kerja sama ini, Ego mengatakan bahwa Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur yang diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga

"Inggris akan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur energi terbarukan untuk skala kecil di Indonesia Timur, karena saya percaya meskipun dilakukan dalam skala kecil, hal itu merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Kerja sama antara Indonesia dengan Inggris ini, imbuh Ego, akan membantu pengembangan energi terbarukan di Indonesia, yang belakangan ini telah terdapat kemajuan yang cukup signifikan. 

"Beberapa tahun belakangan, telah terdapat kemajuan dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia. Hingga akhir 2018, kapasitas terpasang panas bumi sudah mencapai 1.948.5 MW, kapasitas terpasang dari PLTB Sidrap sebesar 75 MW, dan kontribusi dari Pembangkit Listrik Bioenergi adalah sekitar 1,858,5 MW. Saat ini kita sedang mempersiapkan PLTB Jeneponto dengan kapasitas 72 MW agar dapat segera beroperasi," jelas Ego. 

Ego pun menyampaikan bahwa pihaknya ingin kerja sama ini dapat memberikan output yang nyata, yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. 

"Saya berharap kerja sama ini dapat menciptakan sesuatu yang nyata, seperti proyek EBT yang dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia, demi terwujudnya energi berkeadilan," ujarnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik mengatakan bahwa Inggris mendukung tujuan Indonesia untuk menyediakan energi berkeadilan. 

photo

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik.

"Saya senang Inggris bermitra dengan Indonesia untuk melakukan inisiatif ini. Melalui program Energi Terbarukan dan Program Rendah Karbon dari Prosperity Fund, kami bangga dapat mendukung tujuan Indonesia untuk menyediakan kesetaraan energi yang terfokus pada perluasan akses ke energi bersih di bagian timur Indonesia," tandasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA