Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Pembangunan NYIA Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY

Senin 11 Feb 2019 06:59 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolanda

Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018).

Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Pembangunan bandara baru mengakselerasi kinerja investari yang mendorong PDRB.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat yang tercermin pada kinerja perekonomian yang makin solid. Pertumbuhan ekonomi DIY secara keseluruhan pada 2018 terakselerasi sebesar 6,20 persen (yoy), dimana tahun sebelumnya tercatat sebesar 5,26 persen (yoy).  

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto mengatakan, peningkatan ini tertinggi yang pernah dicapai DIY selama 10 tahun terakhir. Pendorong utama pertumbuhan ini karena adanya akselerasi kinerja investasi sehingga ikut mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY.

Pertumbuhan kinerja investasi ini ditopang oleh berbagai pembangunan infrastruktur strategis di DIY, salah satunya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Masifnya pembangunan proyek infrastruktur tersebut, kata Budi, mampu mendorong investasi tumbuh sebesar 11,50 persen (yoy). 

Baca juga, Operasional NYIA pada April Bersifat Mendesak

"Pembangunan infrastruktur strategis di DIY, antara lain bandara NYIA, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), revitalisasi kawasan Malioboro serta pembangunan Underpass Kentungan yang masih terus berlanjut," kata Budi dalam keterangan resminya, Ahad (10/2). 

Menurut Budi, pertumbuhan ekonomi ini juga didukung karena terjaganya stabilitas keuangan daerah di DIY. Kinerja perbankan terindikasi mengalami perbaikan. 

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang masih solid. Penyaluran kredit perbankan pada 2018 sendiri meningkat 10,04 persen (yoy). Sementara penghimpunan DPK tumbuh sebesar 7,01 persen (yoy). 

Budi menuturkan, seiring dengan semakin digenjotnya penyelesaian pembangunan infrastruktur, BI meyakini perekonomian DIY pada 2019 akan semakin meningkat. BI sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY pada 2019 ini ada pada kisaran 6,8 sampai 7 persen (yoy). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA