Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Schroders Sebut Syarat Utama Rupiah Kembali ke Rp 13 Ribu

Kamis 17 Jan 2019 21:09 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/11).

Foto: Republika/Prayogi
kondisi geopolitik dalam negeri seperti Pilpres akan sangat mempengaruhi rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan kurs rupiah tahun ini diperkirakan masih fluktuasi. Pasalnya, sejumlah faktor dari eksternal maupun internal juga masih akan terjadi pada 2019. CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan, volatilitas pasar terjadi di seluruh negara di dunia. Tidak terkecuali Indonesia. 

"Kalau kita lihat, rupiah sempat melemah hingga Rp 15 ribu per dolar AS. Lalu kemudian menguat sedikit ke Rp 14 ribuan per dolar AS. Apakah akan terus menguat atau turun? Maka dia akan fluktuasi," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (17/1).

Beberapa hal yang akan memengaruhi laju rupiah, kata dia, di antaranya Brexit dan data perekonomian. Termasuk kondisi geopolitik dalam negeri, seperti diketahui Pemilihan Presiden (Pilpres) diselenggarakan pada 2019.

"Bila proses pemilihan berjalan baik diharapkan kurs rupiah bisa berada di level Rp 13 ribuan," kata Michael. Selain Pilpres, ia menambahkan susunan kabinet serta misi perekonomian presiden terpilih nanti juga akan pengaruhi pergerakan rupiah. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah ditutup melemah 64 poin atau 0,45 persen sore ini. Dengan begitu berada di posisi Rp 14.192 per dolar AS. 

Sebelumnya pagi tadi, rupiah dibuka menguat tipis enam poin atau 0,04 persen di posisi Rp Rp 14.134 per dolar AS. Kemudian jelang penutupan perdagangan, mata uang Garuda tersebut terdepresiasi 45 poin atau 0,32 persen ke Rp 14.173 per dolar AS. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA