Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sri Mulyani: Waspadai Ekonomi Dunia 2019

Kamis 17 Jan 2019 05:20 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Pertumbuhan ekonomi 2019 diyakini masih akan sesuai target dalam APBN 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, kondisi perekonomian dunia pada 2019 perlu diwaspadai. Sri mengatakan, sejumlah lembaga dan institusi juga sudah mengkonfirmasi hal tersebut.

"Kita harus waspada bahwa lingkungan global kita melemah dan berarti ini akan mempengaruhi neraca eksternal kita," kata Sri dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (16/1).

Sri memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 hanya akan mencapai 3,7 persen atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 3,9 persen. Pertumbuhan perdagangan dunia juga akan mengalami pelemahan dengan hanya mencapai 4 persen dibandingkan 2018. Angka pada tahun lalu pun sudah melemah menjadi hanya 4,2 persen.

"Kita harus terus mewaspadai dinamika antara AS dan Cina, dua ekonomi besar yang saat ini sedang dalam situasi yang tidak biasa," kata Sri.

Dia menyampaikan, kondisi pertumbuhan ekonomi global akan berpengaruh pada harga komoditas. Dia memproyeksikan, harga komoditas tidak akan mengalami kenaikan namun juga tidak melorot tajam tahun ini.

"Ini adalah suatu yang perlu kami waspadai. Kami harapkan ini tetap stabil karena beberapa sektor dalam ekonomi kita tergantung dari komoditas ini. Namun, kita harus siap kalau terjadi downside risk," kata Sri.

Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi 2019 diyakini masih akan sesuai target dalam APBN 2019. Hal itu yakni pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,1 persen, konsumsi pemerintah tumbuh 5,4 persen, dan investasi tumbuh 7 persen.

"Mungkin yang tidak pasti di 2019 adalah ekspor dan impor, karena tadi perdagangan global mengalami pelemahan. Tapi kami masih perkirakan pertumbuhannya 6,3 persen dengan impor tetap tumbuh tapi lebih rendah dari tahun lalu yaitu pertumbuhannya 7,1 persen," kata Sri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA