Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

BI: Kinerja Sektor Industri Pengolahan pada Level Ekspansi

Jumat 11 Jan 2019 03:51 WIB

Red: Agung Sasongko

Bank Indonesia

Bank Indonesia

Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Peningkatan kinerja Industri Pengolahan didorong oleh kenaikan volume produksi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan, kinerja sektor Industri Pengolahan pada kuartal IV 2018 berada pada level ekspansi. Hal ini terindikasi dari nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 51,92 persen.

Tercermin pula dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV 2018 untuk kegiatan usaha dan investasi sektor Industri Pengolahan yang terindikasi meningkat. Dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,32 persen dan 2,71 persen. 

"Peningkatan kinerja Industri Pengolahan didorong oleh kenaikan volume produksi sejalan dengan pesanan yang meningkat. Berdasarkan rincian subsektor, ekspansi kinerja sektor Industri Pengolahan terjadi pada subsektor Industri Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya," ujar Departemen Komunikasi BI melalui keterangan resmi, Kamis, (10/1).

 

Bank sentral memperkirakan, pada kuartal I 2019, kinerja sektor Industri Pengolahan diprakirakan terus ekspansif. Hal ini terindikasi dari PMI BI yang berada pada fase ekspansi dengan indeks yang meningkat menjadi sebesar 54,75 persen. 

 

Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan volume produksi. Sejalan dengan ekspansi PMI BI, SBT kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan kuartal I 2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan SBT kuartal sebelumnya. Berdasarkan rincian subsektor, ekspansi kinerja sektor Industri Pengolahan diprakirakan pada subsektor Industri Makanan, Minuman dan Tembakau.

 

Sebelumnya, BI mengumumkan hasil SKDU mengindikasikan ekspansi kegiatan dunia usaha pada kuartal IV 2018 tetap sesuai dengan pola historisnya. Meski tidak setinggi kuartal sebelumnya. 

 

Hal itu tercermin dari nilai SBT kegiatan usaha pada kuartal IV 2018 sebesar 6,19 persen. Angka tersebut lebih rendah dari SBT kuartal III 2018 yang sebesar 14,23 persen. 

 

Peningkatan kegiatan usaha terutama terlihat pada sektor Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan dan sektor Jasa-jasa. Peningkatan antara lain didorong oleh permintaan di pasar domestik. 

 

Maka secara keseluruhan pada 2018, kegiatan dunia usaha menunjukkan kinerja yang membaik dengan rata-rata SBT sebesar 12,39 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan 10,97 persen pada 2017. Pertumbuhan investasi pada kuartal IV 2018 juga relatif stabil.

 

Terindikasi dari SBT sebesar 10,51 persen dibandingkan 10,64 persen pada kuartal III-2018. Secara semesteran, nilai investasi pada semester II 2018 lebih tinggi dibandingkan nilai investasi pada semester I 2018, iti tercermin dari nilai Saldo Bersih sebesar 63,75 persen, lebih tinggi dibandingkan 56,16 persen pada semester I 2018. 

 

Investasi pada kuartal I 2019 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan SBT sebesar 11,26 persen. Responden memperkirakan kegiatan usaha akan semakin ekspansif pada triwulan I 2019. 

 

Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha yang meningkat menjadi sebesar 9,35 persen. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terutama pada sektor Jasa-jasa, Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan, dan Industri Pengolahan. 

Sejalan dengan optimisme peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan tenaga kerja dan investasi dunia usaha pada kuartal I 2019 diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Hal itu bila dibandingkan kondisi pada kuartal IV 2018.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA