Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Pelemahan Rupiah Berlanjut

Rabu 26 Dec 2018 12:08 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Rupiah Melemah

Ilustrasi Rupiah Melemah

Foto: Foto : MgRol112
Keputusan The Fed menaikan suku bunga acuan masih berdampak negatif ke rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (26/12) pagi bergerak melemah. Rupiah melemah 43 poin ke posisi Rp 14.605 per dolar AS akibat masih terpengaruh keputusan kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).

"Laju rupiah melanjutkan pelemahannya, keputusan The Fed menaikan suku bunga acuannya masih menjadi faktor negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," kata Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (26/12).

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 hingga 2,50 persen dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (19/12) waktu setempat. Ia menambahkan masih adanya proyeksi The Fed akan kembali menaikan dua kali lagi suku bunganya pada 2019 juga menjadi perhatian pasar sehingga aset mata uang negara berkembang relatif masih bervariasi.

Di sisi lain, lanjut dia, tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat dengan tenor pendek yang cenderung meningkat juga masih menjadi kendala bagi rupiah. "Pelaku pasar masih akan cenderung mengalihkan dananya dari negara berkembang ke Amerika Serkat," katanya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan transaksi domestic non-deliverable forward (DNDF) yaitu transaksi lindung nilai valuta asing (valas) terhadap rupiah yang meningkat dapat menahan tekanan rupiah lebih dalam.

"DNDF ini diyakini bisa mengurangi volatilitas rupiah karena tidak melibatkan dana pokok. Jika terjadi volatilitas, BI dapat melakukan intervensi secara bilateral dengan agen bank atau broker," paparnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA