Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Rupiah Kembali Melemah

Jumat 14 Dec 2018 10:49 WIB

Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Rupiah Melemah

Ilustrasi Rupiah Melemah

Foto: Foto : MgRol112
Pelemahan sejumlah mata uang Asia turut menjadi sentimen negatif bagi rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (14/12) pagi kembali melemah. Rupiah melemah 55 poin menjadi Rp 14.554 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.499 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar uang cenderung mengambil posisi wait and see menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember. "Meski tingkat keyakinan kenaikan suku bunga Fed menurun, namun tidak bisa serta merta diasumsikan the Fed tidak menaikan suku bunganya, itu yang membuat posisi pelaku pasar wait and see transaksi di aset mata uang berisiko cenderung menurun," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga masih dibayangi oleh kekhawairan akan perang dagang meski saat ini tensinya relatif mulai mereda. "Perang dagang diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2019 mendatang," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dolar AS juga ditopang data tenaga kerja di Amerika Serikat yang meningkat, sehingga peluang pertumbuhan ekonomi AS cukup terbuka.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan, pagi ini mata uang Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura bergerak melemah terhadap dolar AS, kondisi itu turut menjadi sentimen negatif bagi rupiah. "Kendati demikian, pergerakan rupiah masih dalam penjagaan Bank Indonesia sehingga fluktuasinya relatif stabil," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES