Tuesday, 16 Jumadil Awwal 1440 / 22 January 2019

Tuesday, 16 Jumadil Awwal 1440 / 22 January 2019

Menperin Ungkap Empat Aspek Pendorong Daya Saing IKM

Kamis 13 Dec 2018 23:17 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menperin Airlangga Hartarto resmikan IMOS 2016

Menperin Airlangga Hartarto resmikan IMOS 2016

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Salah satu langkah Kemenperin adalah mendorong lewat One Village One Product

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan empat aspek yang dapat membentuk Industri Kecil Menengah (IKM)  lebih berdaya saing di pasar global.

"Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital, serta pola pemasaran yang baik," kata Airlangga lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (13/12). 

Menurut Menperin, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP).

Ajang ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global."Di sinilah aspek ciri khas produk yang berkualitas bisa terlihat dan mampu mengembangkan kehidupan masyarakat daerahnya menjadi penentu keberhasilan produk OVOP," tuturnya.

Pada 2018, terdapat 4 IKM yang mendapatkan penghargaan OVOP bintang 5 dan 26 OVOP bintang 4. Aspek berikutnya, untuk pengembangan produk dan SDM berkualitas, Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI dan sertifikasi kompetensi kerja.

"Sementara itu, dalam pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0," jelasnya. Program Making Indonesia 4.0 Startup merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu.

Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik. Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online. "Nantinya produk IKM dalam negeri akan dapat membajiri e-commerce Indonesia," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Dirjen IKM Gati Wibawaningsih, dimana pada era ekonomi digital, pelaku IKM nasional perlu memanfaatkan teknologi manufaktur terkini dan peluang e-commerce. "Keberadaan startup sangat dibutuhkan untuk menjual produk-produk IKM lokal kita semakin meningkat serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce," terangnya.

Sejak diluncurkan pada Januari 2017, peserta yang telah mengikuti e-Smart IKM lebih dari 4.925 pelaku usaha dengan total omzet sudah melampaui Rp 1,3 miliar.

Gati menekankan Kemenperin pun terus memacu tumbuhnya unicorn, pelaku startup yang memiliki nilai valuasi di atas 1 miliar dolar AS. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA