Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Kurs Rupiah Ditutup Melemah 111 Poin

Rabu 05 Dec 2018 19:45 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta (ilustrasi)

Petugas menunjukan pecahan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta (ilustrasi)

Foto: ANTARA
Sepanjang hari laju rupiah berada di zona merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mata uang rupiah ditutup melemah pada hari ini. Pelemahan terjadi  setelah beberapa terakhir  kurs rupiah bergerak menguat terhadap mata uang dolar AS. 

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu, (5/12), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,78 persen atau 111 poin. Dengan begitu berada di level Rp 14.403 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, laju rupiah memang terus berada di zona merah. Pagi tadi pun dibuka melemah 0,5 persen atau 71 poin ke Rp 14.363 per dolar AS.  Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, rupiah mulai memasuki level Rp 14.400 per dolar AS. Dengan pelemahan 131 poin ke Rp 14.423 per dolar AS.

Sementara berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang rupiah berada di posisi Rp 14.383 per dolar AS. Angka itu melemah dibandingkan posisi kemarin di Rp 14.293 per dolar AS.

Tidak hanya rupiah, beberapa mata uang negara Asia lainnya juga melemah terhadap mata uang Amerika Serikat (AS) itu. Di antaranya Peso Filipina yang melemah sekitar 0,44 persen dan Korea Selatan yang menurun 0,86 persen.

Baca juga, Rupiah Melemah 43 Poin.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail telah memperkirakan, kurs rupiah bergerak melemah sepanjang Hari ini. "Dolar AS juga diperkirakan melemah di sekitar level 96.80 sampai 97.0 terhadap mata uang kuat dunia lainya setelah yield US treasury mengalami inversion semalam," katanya di Jakarta, Rabu, (5/12).

Ia menjelaskan, tercatat yield US treasury tenor 2 tahun lebih tinggi yakni sebesar 2,79 persen dibandingkan tenor lima tahun yang sebesar 2,78 persen. Inverted-nya yield US treasury tersebut mendorong kekhawatiran investor, ekonomi AS akan mengalami perlambatan tahun depan.

Bursa saham AS S&P 500 pun terkoreksi tajam sebesar 3,24 persen semalam. "Koreksi tajam di bursa saham AS tersebut diperkirakan akan mendorong capital outflow di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia," jelasnya. Hal itulah, kata dia, yang memberikan tekanan bagi rupiah hari ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB