Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Bank BJB Salurkan Kredit Rp 74,6 Triliun

Kamis 01 Nov 2018 04:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bank BJB

Bank BJB

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bank BJB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal III 2018. Hingga kuartal III 2018 tercatat Bank BJB telah menyalurkan kredit sebesar Rp 74,6 triliun.

"Berkaitan dengan penyaluran kredit itu, Bank BJB berhasil menjaga kualitas kredit dengan non performing loan (NPL) pada level 1,58 persen," kata Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan di Bandung, Rabu (31/10).

Menurut dia, Bank BJB selalu memperhatikan berbagai macam indikator penting dalam rasio keuangan supaya tetap berjalan baik, di mana profitabilitas bank yang positif dan juga konsisten menjaga efisiensi dan kualitas aset yang dimiliki. Selain itu, lanjut dia, Bank BJB juga mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari eskalasi perang dagang AS dan Cina. 

Irfan menuturkan Bank BJB pada kuartal III tahun 2018 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun. Perolehan laba bersih ini tumbuh sebesar 25,4 persen year on year.

Sementara total aset Bank BJB tercatat sebesar Rp 114,1 triliun. Selain itu, ia menjelaskan net interest income Bank BJB berhasil tumbuh sebesar 4,1 persen year on year. Sedangkan fee based income berhasil tumbuh secara signifikan sebesar 23,2 persen year on year.

Lebih lanjut ia mengatakan di sisi pendanaan, dengan komitmen Bank BJB untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dan didukung dengan pengembangan teknologi yang baik untuk mempermudah layanan transaksi nasabah dengan cepat.

Hasilnya Bank BJB berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan total sebesar Rp 89,5 triliun, diikuti oleh keberhasilan Bank BJB meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di tingkat 51,8 persen.

Pihaknya menambahkan pada kuartal III 2018 ini Bank BJB berhasil membukukan  pertumbuhan kredit dan tentunya kami menyesuaikan dengan situasi ekonomi nasional. Karenanya, yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana agar pertumbuhan kredit ini dapat berjalan seimbang sehingga kami lebih efisien dalam mengelola asset dan liabilities.

"Target kita adalah bisnis yang berkualitas. Diharapkan, Bank BJB tetap eksis di masa yang akan datang dan dapat masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional yang berkinerja baik," kata dia.

Sehingga, kata dia, dengan banyaknya pengembangan dalam beberapa sektor untuk meningkatkan kualitas Bank BJB, Irfan yakin Bank BJB dapat bersaing dengan bank-bank nasional lainnya.

"Seiring dengan kinerjanya yang gemilang, bank bjb telah meraih puluhan penghargaan prestisius sepanjang tahun 2018 dari berbagai kalangan bisnis dan ekonomi, antara lain seperti dari Majalah Infobank, Majalah Tempo, Majalah Warta Ekonomi, Majalah Investor, Majalah SWA, Majalah Economic Review, Majalah Business News dan lain-lain," kata dia.

Irfan mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya menggela Business Review Bank BJB, ini merupakan salah satu program kerja yang dalam pelaksanaannya diselenggarakan secara berkesinambungan di setiap kuartal.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja bisnis Bank BJB dan merumuskan strategi bisnis Bank BJB serta membangun team work, sinergi dan kebersamaan di antara peserta Business Review dalam rangka pencapaian strategi bisnis Bank BJB ke depan.

Selain pemaparan kinerja, turut diadakan sesi pemaparan dan diskusi dengan tema 'Handle Competition, Regain Your Market Share' yang diisi oleh narasumber dari internal dan eksternal.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Jawa Barat Eddy Iskandar Muda Nasution, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat Sarwono, Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia Zulkifli Zaini dan Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis serta Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, Tony Prasetiantono.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA