Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Asian Games 2018 Tingkatkan Ekonomi Sebesar 0,05 Persen

Selasa 16 Oct 2018 20:52 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) mengikuti rapat kerja dengan banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10)

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) mengikuti rapat kerja dengan banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10)

Foto: antara/akbar
Dampak ekonomi langsung dari 2015 hingga 2018 mencapai Rp 40,6 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski telah berakhir hampir sebulan gaung Asian Games 2018 masih meninggalkan bekas dibenak masyarakat Indonesia. Tak hanya, sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses administrasi, hajatan empat tahunan terbesar se-Asia pun berdampak positif bagi geliat ekonomi.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas telah merampungkan studi dampak ekonomi tersebut selama gelaran Asian Games bergulir di beberapa kota Indonesia.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dampak ekonomi langsung Asian Games dalam periode 2015 hingga 2018 atau sejak persiapan dan pelaksanaan mencapai Rp 40,6 triliun.

"Rp 29,1 triliun berasal dari investasi konstruksi (2015-2018), operasional penyelenggaraan sebesar Rp 7,8 triliun, dan pengeluaran wisata mancanegara (wisman) dan wisata nusantara (wisnus) mencapai Rp 3,7 triliun (khusus 2018)," terang Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Sementara itu, adanya ajang olahraga multievent terbesar kedua setelah Olimpiade membuat pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan meningkat sekitar 0,05 persen dari pertumbuhan.

"Ini jelas memberikan dampak yang cukup membantu pertumbuhan ekonomi nasional," sambung dia.

Bambang menambahkan apabila pada 2018 ini, terdapat nilai tambah sebesar Rp 8,2 triliun, sedangkan total nilai tambah keuntungan ekonomi riil yang tercipta dalam periode 2015 hingga 2019 adalah Rp 22,3 triliun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA