Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Menkeu: Angka Ekspor Belum Sesuai Harapan

Selasa 16 Okt 2018 03:57 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) mengikuti rapat kerja dengan banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10)

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) mengikuti rapat kerja dengan banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10)

Foto: antara/akbar
Nilai tersebut bisa meningkat seiring dengan berbagai kebijakan dan peluang ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, angka ekspor pada September belum meningkat sesuai yang diharapkan. Namun, ia masih berharap, nilai tersebut bisa meningkat seiring dengan berbagai kebijakan pemerintah dan peluang ekspor yang masih terbuka lebar. 

Sri menambahkan, tren ekspor dan impor pada September terlihat positif dan perlu mendapatkan dorongan untuk terus naik. Industri manufaktur dan minyak serta gas menjadi sektor yang diharapkannya bisa berperan besar. "Dengan begitu, defisit transaksi berjalan dapat terjaga sampai akhir tahun," ucapnya ketika ditemui di Gedung Parlemen DPR/MPR, Jakarta, Senin (15/10).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada September 2018 mencapai 14,60 miliar dolar AS. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan angka tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai impor Indonesia pada September 2018 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,18 persen.

Apabila dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama, impor Indonesia mengalami kenaikan. "Dibandingkan September 2017, impor Indonesia itu naik 14,18 persen," kata Yunita di Gedung BPS, Senin (15/10).

Dia menambahkan impor nonmigas pada September 2018 mencapai 12,32 miliar dolar AS. Angka tersebut mengalami penurunan 10,52 persen dibandingkan Agustus 2018 namun meningkat 13,54 persen dibandingkan September 2017.

Sementara itu, Yunita mengatakan untuk impor migas pada September 2018 mencapai 2,28 miliar dolar AS. "Ini ada penurunan 25,20 persen dibandingkan Agustus 2018 dan meningkat 17,75 persen dibandingkan September 2017," ujar Yunita

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA