Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

OJK dan BOT Komitmen Mendorong Adanya Pertukaran Informasi

Jumat 12 Okt 2018 17:09 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob menandatangani nota kesepahaman perjanjian bidang perizinan, Jumat (12/10).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob menandatangani nota kesepahaman perjanjian bidang perizinan, Jumat (12/10).

Foto: OJK
Perjanjian ini mendorong kerja sama lebih besar di bidang perizinan.

REPUBLIKA.CO.ID, JIMBARAN -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (12/10), menandatangani kesepakatan dengan Bank of Thailand (BOT). Kesepakatan tersebut mendorong adanya pertukaran informasi kedua lembaga.

Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Perjanjian ini menjabarkan secara rinci komitmen dua otoritas untuk mendorong pertukaran informasi dan kerja sama yang lebih besar dalam bidang perizinan, pemeriksaan on-stie, supervisory colleges dan Manajemen krisis.

Wimboh mengatakan kerja sama ini berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk pengawasan perbankan yang efektif di kedua negara sesuai dengan prinsip-prinsip inti basel untuk pengawasan perbankan yang efektif. Perjanjian ini juga akan meresmikan dan memperkuat kerja sama tingkat tinggi antara OJK dan BOT.

"Saya berharap untuk terus meningkatkan hubungan konstruktif kami demi menjaga stabilitas keuangan yang aman," kata Wimboh, dalam penandatangan kerja sama di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

photo

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob menandatangani nota kesepahaman perjanjian bidang perizinan, Jumat (12/10).

Merespons pernyataan Wimboh, Gubernur BOT Veerathai Santiprabhob mengatakan hubungan perdagangan investasi antara Thailand dan Indonesia telah terjalin selama bertahun-tahun. Hubungan ini mmembutuhkan layanan keuangan lintas batas yang aman dan efisien.

"MOU ini akan meningkatkan kerja sama dalam pengawasan keuangan antara kedua negara kami, yang selanjutnya akan menguntungkan perdagangan dan investasi, dan kemakmuran ekonomi jangka panjang," kata dia.

Kehadiran perbankan Thailand di Indonesia telah diperpanjang sejak 1968. Saat itu Bangkok Bank, pertama kali mendirikan kantor cabang asing yang fokus pada perbankan korporasi. Pada tahun 2014, Kasikornbank juga menandai kehadirannya dengan membentuk kantor perwakilan di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA