Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

BNI Turut Biayai Proyek Jalan Tol Trans Sumatra

Kamis 11 Oct 2018 20:07 WIB

Red: Gita Amanda

BNI turut biayai Jalan Tol Trans Sumatera dengan memberikan KI maksimum sebesar Rp 2,45 triliun.

BNI turut biayai Jalan Tol Trans Sumatera dengan memberikan KI maksimum sebesar Rp 2,45 triliun.

Foto: BNI
Bentuk kontribusi BNI dengan memberikan Kredit Investasi sebesar Rp 2,45 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut membiayai Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung, yang hak pengelolaannya dipegang oleh PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya. Bentuk kontribusi BNI terhadap pembiayaan sindikasi tersebut adalah dengan memberikan Kredit Investasi (KI) dengan maksimum kredit sebesar Rp 2,45 triliun.

Pemberian KI secara sindikasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit antara Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dengan Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan serta Jajaran Direksi Bank peserta Sindikasi pada ''Indonesia Infrastructure Investment and Financing Signing Ceremony'' yang diadakan Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Seremonial tersebut merupakan bagian dari Indonesia Investment Forum 2018: A New Paradigm in Infrastructure Financing.

Baca Juga

Putrama Wahju Setyawan menyampaikan, Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Terbanggi Besar–Kayu Agung memiliki panjang total 189,2 kilometer (km) terdiri dari ruas dukungan pemerintah (Viability Gap Fund) sepanjang 83 km. Ruas yang dibangun oleh Hutama Karya sepanjang 106,2 km, dengan masa konsesi selama 40 tahun yang juga dipegang oleh Hutama Karya.

Dari total nilai investasi pembangunan yang mencapai Rp 13,57 triliun, sebesar Rp 9,16 triliun (67,53 persen) dibiayai secara sindikasi Perbankan. Progress pekerjaan konstruksi jalan tol ini per Agustus 2018 telah mencapai mencapai 75,11 persen, dan diproyeksikan akan beroperasi secara komersial pada Oktober 2019.

"Dalam pembiayaan sindikasi perbankan ini, BNI ditunjuk sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) bersama dengan Mandiri, CIMB Niaga, PT Sarana Multi Infrastruktur dan BRI. Selain itu, BNI juga berperan sebagai agen escrow atau penampungan," ujar Putrama seperti dalam siaran persnya.

Tidak hanya memberikan pembiayaan secara sindikasi, BNI juga telah mendukung aktivitas bisnis PT Hutama Karya (Persero) secara keseluruhan melalui penyediaan corporate card dan layanan e-payment untuk ruas-ruas tol. Bagi pegawai PT Hutama Karya (Persero) juga telah menjadi nasabah BNI Payroll, BNI juga telah menyalurkan Kredit Tanpa Agunan (BNI Fleksi) dan Kredit Kepemilikan Properti (BNI Griya) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dari segi konsumer.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA