Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Pemerintah Masih Punya PR Untuk Perbaikan Kualitas SDM

Kamis 11 Oct 2018 18:50 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Friska Yolanda

Anggota Ikatan Konselor Laktasi Klaten mengukur postur tinggi bocah dan memberikan sosialiasi pemberian gizi bayi untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang anak (stunting) saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Klaten, Jawa Tengah, Minggu (22/4).

Anggota Ikatan Konselor Laktasi Klaten mengukur postur tinggi bocah dan memberikan sosialiasi pemberian gizi bayi untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang anak (stunting) saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Klaten, Jawa Tengah, Minggu (22/4).

Foto: Antara/Maulana Surya
Di ASEAN, Indonesia masih di bawah Filipina dan Vietnam.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Pemerintah akan menggunakan Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) yang baru dirilis oleh Bank Dunia untuk meningkatkan kinerja peningkatan kualitas SDM Indonesia. Untuk diketahui, Indonesia berada di peringkat ke-87 dari 157 negara dengan skor 0,53. 

"Ini pendekatan yang baik bagi Indonesia untuk tahu persis kita berada di mana. Dengan skor 0,53 artinya kita ada pekerjaan rumah untuk memperbaikinya," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara di Nusa Dua, Bali pada Kamis (11/10). 

Suahasil menekankan, hasil penilaian itu masih relatif baik karena skor Indonesia masih berada di atas rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah yang sebesar 0,48. Namun, dalam catatan Bank Dunia, Indonesia masih berada di bawah rata-rata Asia Timur dan Pasifik dengan skor 0,62. 

Di antara negara ASEAN, Indonesia juga masih berada di bawah Singapura (skor 0,88), Vietnam (0,67), Malaysia (0,62), Thailand (0,6), dan Filipina (0,55). Untuk itu, kata Suahasil, perlu ada perbaikan dari berbagai sektor. 

Salah satu yang menjadi sorotan dari laporan Bank Dunia tersebut adalah terkait isu kekerdilan atau stunting. Dia mengatakan, hal itu menjadi salah satu indikator penting yang menentukan kualitas SDM suatu negara. 

"Karena untuk mengatasi stunting ini multisektor kami akan membahasnya dengan K/L (Kementerian/Lembaga)," kata Suahasil. 

Pemerintah telah meluncurkan dan sedang mengimplementasikan program untuk mengurangi stunting. Hal itu guna memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan peringkat dan skor HCI. Strategi Nasional untuk mempercepat pencegahan stunting senilai 14,6 miliar dolar AS, diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2017. 

Program itu akan memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak-anak di bawah usia dua tahun dalam empat tahun ke depan. Investasi ini sudah meningkatkan akses keluarga Indonesia pada paket layanan berkualitas, mulai dari kesehatan dan gizi hingga pendidikan dan sanitasi, dan merupakan bagian dari gerakan nasional yang besar untuk mengurangi angka stunting Indonesia yang tinggi. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES