Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Sabtu, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 Desember 2018

Wagub Jabar Minta BJB Segera Gelar RUPS

Jumat 05 Okt 2018 17:06 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Foto: Abdan Syakura
Sebagai BPD terbesar, Bjb dapat lebih ekspansif dalam mengembangkan bisnisnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bank Jabar Banten (Bjb) diminta segera menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) sebelum tutup tahun. Karena, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, untuk mendukung visi dan misi kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan dirinya, pihaknya beserta DPRD Jawa Barat telah menyelesaikan pembahasan APBD-P 2018. 

"Dimana salah satunya adalah menganggarkan setoran modal kepada bank Bjb sekitar Rp 88 miliar di tahun 2018 dari total sekitar Rp 330 miliar dari yang direncanakan," ujar Uu kepada wartawan, di Bandung, Jumat (5/10).

Uu mengatakan, pemegang saham terbesar di Bjb ini menargetkan dengan adanya tambahan modal ini harus menjadi semangat bagi Bjb untuk meningkatkan kinerjanya. Sehingga, Bjb sebagai BPD terbesar di Indonesia dapat lebih ekspansif dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kami berharap Bjb juga dapat bersaing dengan perbankan lain yang ada di Indonesia," katanya.

Uu mengatakan, selaku pemegang saham pengendali, pihaknya akan meminta direksi Bjb untuk sesegera mungkin memproses setoran modal ini sesuai mekanisme yang berlaku. Termasuk menjadwalkan RUPS 2018 dengan segera

"Agar anggaran yang telah kami alokasikan untuk Bjb dapat segera digunakan dan tidak mengganggu penyerapan APBD yang telah disusun oleh eksekutif dan legislatif," kata Uu. 

Apalagi, pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa pemda kabupaten/kota juga telah menganggarkan setoran modal kepada Bjb lewat APBD masing-masing. Sehingga bila tidak disetorkan tahun ini maka masalah yang sama juga dialami oleh pemda-pemda tersebut. "Jadi permintaan RUPS ini sangat berdasar," katanya.

Uu pun meminta seluruh BUMD meningkatkan kinerjanya dengan baik agar mampu menghasilkan laba yang maksimal. Menurut dia, sejatinya keberadaan BUMD ini untuk membantu pembangunan seperti meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Sebagai pemimpin yang baru, Uu bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah berbagi peran dalam menjalankan pembangunan di Jawa Barat. Salah satunya terkait pengelolaan BUMD yang menjadi tugas Uu agar berkinerja baik dan berkontribusi terhadap kas daerah.

"Saya sudah diskusi dengan Kang Emil, saya ditugaskan untuk meningkatkan kinerja BUMD," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES