Senin, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 Desember 2018

Senin, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 Desember 2018

Luhut: Pendapatan Bali Bertambah Rp 1,4 Triliun

Sabtu 22 Sep 2018 14:01 WIB

Red: Friska Yolanda

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Foto: RepublikaTV/Intan Pratiwi
Sekitar 19 ribu orang akan hadir pada pertemuan yang digelar awal Oktober itu.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan pendapatan Bali akan bertambah sekitar Rp 1,4 triliun dari penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Pertemuan dua lembaga penting di dunia keuangan ini berdampak signifikan dengan menciptakan lebih dari 30 ribu lapangan kerja.

"Itu dampak yang sangat signifikan dan menciptakan sekitar 32.700 lapangan kerja. Ini penerimaan yang besar," katanya saat meresmikan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9).

Pendapatan tersebut akan diperoleh dari pengeluaran akomodasi, makan dan minum serta kebutuhan lainnya untuk mendukung pertemuan itu. Luhut yang juga Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia itu menambahkan kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan konferensi itu akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Bali.

Dia mengutip data Bappenas, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen menjadi sekitar 6,54 persen tahun ini. Para pelaku usaha kecil menengah, kata dia, juga akan semakin berkembang sehingga turut mendongkrak ekonomi masyarakat di Pulau Dewata. Berkembangnya sektor pariwisata di Bali, lanjut dia, diharapkan menjadi salah satu indikator mengurangi defisit transaksi berjalan mengingat lebih dari 40 persen turis Indonesia mengunjungi Bali.

Terkait pertemuan IMF dan Bank Dunia, Luhut menyebutkan bahwa data terakhir yang dikumpulkan diperkirakan lebih dari 19 ribu orang akan hadir di Bali. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan perkiraan sebelumnya, yakni mencapai 15 ribu orang peserta.

"Kami jadi agak pusing karena permintaan kendaraan meningkat. Kami sudah hitung di sini mampu 3.400 kendaraan, sekarang mobil kecil sudah minta sampai 4.000 kendaraan," katanya.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia akan berlangsung 8-14 Oktober 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Badung. Belasan ribu peserta yang dipastikan hadir itu merupakan para menteri keuangan, gubernur bank sentral, pengusaha dan investor hingga media dari 189 negara.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES