Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Dolar Tembus Rp 14.500, Menko Darmin: Nggak Bahaya

Ahad 22 Jul 2018 11:21 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nur Aini

Menko Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan pada acara  peluncuran sistem pelayanan perizinan berusaha teringrasi secara elaktronik (Online Single Submission/OSS) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7).

Menko Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan pada acara peluncuran sistem pelayanan perizinan berusaha teringrasi secara elaktronik (Online Single Submission/OSS) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7).

Foto: Republika/Prayogi
Pemerintah akan menjaga kurs rupiah tidak melemah terlalu jauh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengkhawatirkan. Hal itu ia sampaikan kendati kurs rupiah sempat menembus level Rp 14.500 per dolar AS pada Jumat (20/7) lalu.

"Jadi jangan menganggap kurs itu kalau masih perubahan Rp 50, Rp 100 itu bahaya. Nggak ada bahaya," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Ahad (22/7).

Darmin mengatakan, masyarakat perlu memahami terkait pergerakan nilai tukar yang terjadi di seluruh dunia. Dia menjelaskan, pelemahan kurs disebabkan faktor normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat. "Empat hari yang lalu itu Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan akan mendorong supaya inflasi di AS meningkat. Itu artinya dia mau naikkan tingkat bunga," katanya.

Faktor penyebab lainnya, kata Darmin, adalah kebijakan Cina yang membiarkan mata uang yuan terdepresiasi. Menurut Darmin, hal itu agar harga produk Cina di AS menjadi lebih murah. "Begitu mata uang dia terus melemah dia tidak mau intervensi. Negara di sekitar dia ikut melemah," katanya.

Meski belum mengkhawatirkan, ia menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan pelemahan rupiah terus terjadi. Ia mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk bisa memperkuat rupiah.

"Bukan berarti tidak apa-apa kalau sampai Rp 20 ribu (per dolar AS). Kita akan usahakan pelemahannya jangan terlalu jauh," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES