Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Barang Cina ke AS Melonjak pada Juni

Jumat 13 July 2018 09:57 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

amazon

amazon

Toko ritel menyetok barang sebelum pemberlakuan tarif bea masuk yang baru.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Sejumlah toko ritel AS, seperti Walmart dan Amazon.com, meningkatkan pesanan barang dari Cina untuk mempersiapkan diri menghadapi perang dagang. Pemerintahan Donald Trump telah membuat daftar baru terhadap produk-produk buatan Cina yang akan dikenakan tarif bea masuk.

Pendiri konsultan maritim internasional Hacket Associates, Ben Hacket, mengatakan, jaringan toko ritel AS bergulat dengan ketidakpastian yang dipicu oleh sikap proteksionisme Presiden AS Donald Trump.

Hal ini menyebabkan terjadinya lonjakan impor dari Cina pada Juni karena para jaringan toko ritel AS melalukan tindakan antisipasi atau pre-emptive. "Lonjakan ini tidak seperti biasanya, tidak normal," ujar Hackett seperti dilansir Reuters, Jumat (13/7).

Berdasarkan data dari IHS Markit PIERS dan dianalisis oleh Port of Los Angeles, volume pengiriman kontainer muatan dari Cina ke semua pelabuhan AS naik 6,3 persen pada Juni 2018 year on year (yoy).

Baca juga, Gubernur BI: Perang Dagang Berdampak Buruk Bagi Dunia.

Sebelumnya, pada Mei 2018, volume pengiriman kontainer muatan dari Cina turun 6,9 persen dan 3,9 persen pada April. Adapun, Port of Los Angeles merupakan pelabuhan paling sibuk di AS dan menjadi pelabuhan kontainer nomor 1 untuk perdagangan laut dengan Cina.

Sebelumnya, Trump telah berjanji untuk mengatur ulang perjanjian perdagangan global yang mencakup ancaman utuk menjatuhkan tarif terhadap produk Cina senilai lebih dari 500 miliar dolar AS.

Jaringan ritel maupun pengecer yang memesan pesanan untuk barang dagangan pada satu tahun sebelumnya dapat menaikkan harga untuk membantu mengimbangi biaya tambahan atau mencari pemasok baru dari negara lain.

Pada 6 Juli 2018, Pemerintah AS menerapkan tarif 25 persen untuk barang-barang dari Cina dengan nilai 34 miliar dolar AS. Produk tersebut, antara lain, flash drive, remote controls, dan thermostats. Adapun Cina juga membalas kebijakan tarif yang setara terhadap produk-produk yang diimpor dari AS, seperti kedelai, kapas, wiski, dan mobil.

Administrasi Trump kemudian meningkatkan pertaruhan dalam pertempuran perdagangan. Trump memiliki rencana untuk menambahkan 10 persen tarif pada barang-barang Cina senilai 200 miliar dolar AS, termasuk perabotan, tas, makanan hewan peliharaan, lemari es, tekstil, dan suku cadang mobil.

Meskipun ada berbagai alasan terhadap lonjakan yang tak terduga pada impor Cina pada Juni, ada beberapa indikasi bahwa industri lain telah menggunakan pembelian ke depan untuk menghindari tarif.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA