Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Awal Pekan, Rupiah Kembali Melemah

Senin 25 Jun 2018 13:10 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Teguh Firmansyah

Rupiah (ilustrasi)

Rupiah (ilustrasi)

Foto: ANTARA
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 14.100 per Dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laju kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Bahkan setelah sempat meninggalkan level Rp 14 ribu per dolar AS, kini mata uang Garuda kembali menembus level Rp 14.100 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), hari ini, Senin, (25/6), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.105 per dolar AS. Angka itu belum menunjukkan penguatan sejak Jumat lalu yang berada di Rp 14.102 per dolar AS.

Kurs rupiah juga dibuka melemah pada spot perdagangan mata uang pagi ini. Rupiah dibuka menurun 18 poin atau 0,13 persen di Rp 14.104 per dolar AS.

Bukan menguat, mata uang Tanah Air tersebut justru semakin terperosok pascapembukaan. Sekitar pukul 09.30 WIB, rupiah melemah 0,22 persen ke level Rp 14.117 per dolar AS.

Sementara itu, Analis Binaartha Securities Reza Priyambada menilai, adanya rencana Bank Indonesia (BI) untuk melakukan relaksasi aturan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Loan To Value (LTV) yang saat ini tengah dibahas cukup membantu terapresiasinya kurs rupiah meski tipis.

Baca juga,  Mengapa Rupiah Kembali Loyo?

Di sisi lain, pergerakan rupiah turut terbantukan dengan pergerakan dolar AS yang melemah terimbangi kenaikan euro.  "Adapun kenaikan euro terjadi setelah dirilisnya data indeks aktivitas bisnis Jerman dan Perancis yang lebih baik dari sebelumnya. Ditambah adanya pernyataan dari sejumlah elit politik di Italia yang tidak akan meninggalkan penggunaaan euro," jelasnya di Jakarta, Senin, (25/6).

Reza nengatakan, terjadinya kenaikan rupiah meski tipis diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan seiring adanya sentimen positif dari pergerakan mata uang global, terutama euro yang terapresiasi di atas dolar AS. Sementara itu, dari dalam negeri diharapkan dapat lebih positif.

"Adanya Bank Indonesia yang berencana melakukan relaksasi LTV kembali diharapkan diikuti dengan relaksasi lainnya untuk mengurangi dampak negatif dari kenaikan suku bunga," ujar Reza. Ia memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran support Rp 14.085 per dolar AS juga resisten Rp 14.063 per dolar AS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA