Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

BI Fokuskan Kebijakan untuk Perkuat Stabilitas Ekonomi

Selasa 19 June 2018 14:00 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Muhammad Hafil

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat (8/6).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat (8/6).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
BI yakin ekonomi Indonesia tetap kuat menarik investor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan Bank Indonesia (BI) senantiasa berkomitmen dan fokus pada kebijakan jangka pendek BI dalam memperkuat stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah.

Untuk itu, dia menegaskan, BI siap menempuh kebijakan lanjutan yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve dalam menghadapi perkembangan baru arah kebijakan the Fed dan ECB pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan 27-28 Juni 2018.

"Kebijakan lanjutan tersebut dapat berupa kenaikan suku bunga yg disertai

dengan relaksasi kebijakan LTV untuk mendorong sektor perumahan," kata Perry

melalui siaran pers, Selasa (19/6).

Selain itu, lanjutnya, kebijakan intervensi ganda, likuiditas longgar, dan komunikasi yang intensif tetap dilanjutkan. Bank Indonesia, Pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan terus mempererat koordinasi untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

Perry menambahkan, BI meyakini ekonomi Indonesia, khususnya pasar aset keuangan, tetap kuat dan menarik bagi investor, termasuk investor asing. "Dengan investasi yang terjaga, stabilitas ekonomi juga diharapkan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat," imbuhnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES