Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

BI Sediakan Uang Lebaran Rp 70 Triliun Khusus Emisi 2016

Rabu 07 Jun 2017 13:54 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

Seorang warga memperlihatkan uang pecahan baru seusai ditukar di mobil layanan penukaran uang terpadu, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (5/6).

Seorang warga memperlihatkan uang pecahan baru seusai ditukar di mobil layanan penukaran uang terpadu, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (5/6).

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyiapkan uang pecahan kecil hingga Rp 200 triliun. Hal itu untuk memenuhi penukaran uang kebutuhan Lebaran masyarakat tahun ini.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari perkiraan BI yang hanya Rp 167 triliun. "Posisi kita sekarang hampir Rp 200 triliun untuk semua pecahan. Prediksi kami kebutuhan Rp 167 triliun, jadi itu lebih dari cukup," kata Deputi Gubernur BI Sugeng kepada wartawan, di Jakarta, Rabu, (7/6).

Ia menuturkan, dari persediaan Rp 200 triliun, sebanyak Rp 70 triliun merupakan uang rupiah emisi 2016. "Belum bisa semuanya emisi baru, sisanya dipasok uang emisi lama," kata Sugeng.

Penukaran uang jelangLlebaran, menurutnya, langkah bagus untuk memeriksa peredaran uang palsu. Menurutnya, uang disortir secara langsung, sehingga bila ada uang tidak layak edar pun bisa langsung dihilangkan.

"Pokoknya masyarakat tidak perlu khawatir, karena kita siapkan banyak (uang)," tegas Sugeng. Ia menambahkan, selain di lapangan IRTI Monas, BI telah menyiapkan beberapa lokasi penukaran uang lainnya.

Sebanyak 45 lokasi penukaran uang ada di beberapa kantor wilayah di seluruh Indonesia. Kemudian, tersedia pula 77 lokasi kas titipan yang bisa melayani penukaran uang receh. Dengan begitu totalnya ada 122 tempat penukaran uang yang disiapkan oleh Bank Sentral.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA