Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Bank Berebut Dana Murah

Kamis 20 Feb 2014 23:29 WIB

Rep: Satya Festiani/ Red: Mansyur Faqih

Transaksi perbankan lewat ponsel (ilustrasi)

Transaksi perbankan lewat ponsel (ilustrasi)

Foto: en.pulsosocial.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan gencar meningkatkan komposisi dana murah dalam dana pihak ketiga (DPK). Komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) yang lebih tinggi ketimbang deposito dapat menekan biaya dana atau cost of fund.

PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) selama ini fokus meningkatkan CASA. Pada akhir 2013, komposisi CASA terhadap deposito sebesar 69 persen. Meningkat dari posisi akhir tahun 2011 yang sebesar 67 persen. "Kita akan tingkatkan terus," ujar Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, Kamis (20/2).

Gatot menambahkan, BNI akan meningkatkan CASA dengan mendorong transaksi. BNI akan menambah jumlah ATM hingga mencapai tiga ribu pada tahun ini. "Kita akan melakukan pendekatan value chain untuk meningkatkan transactional," ujarnya. 

Hal senada dilakukan oleh PT Bank Mandiri, Tbk. Komposisi dana murah dalam DPK sebesar 65 persen. Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansyuri mengatakan, rasio dana murah tetap stabil dan tumbuh baik dibandingkan akhir 2012. "Kekhawatiran terhadap biaya dana diharapkan berkurang," ujar Pahala. 

Bank Mandiri memprediksi, biaya dana pada triwulan II-2014 dapat stabil. Tingkat bunga diharapkan dapat turun pada triwulan III dengan kondisi defisit transaksi berjalan yang membaik. Sehingga marjin bunga bersih (NIM) dapat terjaga stabil tahun ini.

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk juga tengah berupaya untuk meningkatkan komposisi CASA dalam DPK. Direktur Utama Bank Danamon, Henry Ho, mengatakan, komposisi CASA pada 2008 hanya 26 persen dari DPK. 

Sedangkan pada akhir 2013, Bank Danamon berhasil meningkatkan komposisi CASA menjadi 48 persen dari DPK. "Kontribusi CASA semakin signifikan. Danamon terus memperkuat posisi pendanaan, tak hanya memperbaiki likuiditas, tapi kontribusi dana murah meningkat signifikan," ujar Henry.

Bank Danamon terus menggenjot dana murah agar mencapai komposisi 50 persen. Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Liem mengatakan, perseroan akan terus berinvestasi di e-channel seperti mobile apps, mobile banking dan internet banking serta meningkatkan pelayanan. "Kita banyak improvement di branch banking," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA