Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Perusahaan yang Punya Asuransi Sapi Harus Lapor OJK

Ahad 20 Oct 2013 14:53 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Akhir bulan ini Kementerian Pertanian akan meluncurkan asuransi sapi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi sapi harus melapor.

Kepala Eksekutif OJK Bidang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Firdaus Djaelani mengungkapkan tidak ada keharusan persetujuan dari OJK untuk penjualan asuransi sapi. "Kalau memang perusahaan asuransi dan produknya benar, nanti melapor ke OJK dan akan kami catat kalau memang ada produk asuransi peternakan," kata Firdaus saat ditemui di Gedung Bank Indonesia (BI), akhir pekan ini.

Konsep asuransi sapi ini menurut Firdaus tidak ada bedanya dengan asuransi lain. Hanya tujuannya saja untuk memproteksi sapi dalam rangka meningkatkan produksi.

Sebelumnya dilaporkan Kementerian Pertanian akan meluncurkan asuransi sapi pada 23 Oktober 2013. Asurani ini bertujuan untuk memberikan jaminan bagi peternak sapi agar usahanya berjalan secara berkesinambungan. Asuransi ini akan dijual oleh konsorsium perusahaan asuransi, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Raya, PT Asurasnsi Bumida, dan PT Asuransi Tripakarta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA