Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Bitcoin Bukukan Kinerja Terburuk, Ini Penyebabnya

Kamis 30 Jun 2022 21:26 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Bitcoin (ilustrasi). Bitcoin (BTC) disebut membukukan kinerja terburuk sepanjang Juni 2022.

Bitcoin (ilustrasi). Bitcoin (BTC) disebut membukukan kinerja terburuk sepanjang Juni 2022.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Dominasi bitcoin dinilai terus menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bitcoin (BTC) disebut membukukan kinerja terburuk sepanjang Juni 2022. Bitcoin terkena dampak dari likuiditas asetnya dimana para pelaku pasar kini terpaksa menjual aset-aset mereka yang lebih likuid.

Berdasarkan riset Luno Indonesia, nilai bitcoin berkurang 35 prsen sepanjang Juni. Sedangkan seluruh indeks lain mencatatkan kinerja yang melampaui bitcoin. 

Baca Juga

Indeks Kapitalisasi Kecil menjadi indeks dengan kinerja terbaik dengan penurunan sebesar 22 persen, diikuti oleh Indeks Kapitalisasi Menengah yang turun 24 persen dan Indeks Kapitalisasi Besar turun 33 persen.

Country Manager Luno Indonesia, Jay Jayawijayanigtyas melihat dominasi bitcoin terus menurun. "Meskipun sempat menyentuh 48 persen pada 11 Juni, kini dominasi bitcoin ada di 42,5 persen," kata Jay dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022). 

Ethereum (ETH) juga mencatatkan penurunan kinerja, terlihat dari turunnya dominasi ETH dari hampir 20 persen di bulan Mei menjadi 15,6 persen. Menariknya, penurunan juga terjadi pada stablecoin. 

Biasanya, kondisi penurunan pasar bitcoin dan stablecoin menandakan pasar sedang memiliki toleransi risiko yang tinggi. Namun sentimen pasar yang ada saat ini sangat buruk.

Jay mengatakan kinerja altcoin kecil ini bukanlah karena meningkatnya toleransi risiko. Menurutnya, hal ini disebabkan karena pelaku pasar terpaksa mencairkan aset mereka. 

"Aset-aset kripto yang lebih besar, seperti BTC dan ETH, lebih likuid daripada kripto kecil lainnya. Oleh karena itu, para kreditor mencairkan aset-aset tersebut terlebih dahulu," kata Jay.

Apabila kejatuhan pasar ini berlanjut, Jay melihat, para pelaku pasar bisa jadi akan mulai mencairkan kepemilikan altcoin kecil mereka. Jika ini terjadi, kejatuhan harga besar-besaran akan dialami oleh altcoin-altcoin kecil.

Jay menilai, sentimen di pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh kabar dan rumor negatif dari berbagai pelaku pasar. Oleh karena itu, sentimen pasar masih berada di zona extreme fear.

Meskipun tidak banyak perubahan yang terjadi dibandingkan pekan lalu, angka indeks telah naik satu poin dan kini berada di angka 10 pascakonsolidasi harga mingguan bitcoin di rentang 19.800-21.700 dolar AS atau sekitar Rp 293 juta-Rp 322 juta.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA