Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Segera IPO, Mitratel Bidik Dana Rp 24,9 Triliun

Selasa 26 Oct 2021 12:44 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Mitratel. Ilustrasi

Mitratel. Ilustrasi

Mitratel akan menawarkan saham ke publik dengan harga berkisar Rp 775 sampai Rp 975.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak usaha Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Mitratel saat ini sedang dalam tahapan penawaran awal atau bookbuilding.

Berdasarkan prospektus yang dirilis hari ini, Selasa (26/10), calon emiten yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi ini menawarkan 25,54 miliar lembar saham atau setara 29,85 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan setelah IPO. 

Baca Juga

Saham perseroan akan ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran berkisar Rp 775 sampai Rp 975. Dari aksi korporasi ini, Mitratel menargetkan memperoleh dana segar sebanyak-banyaknya Rp 24,9 triliun.

Mitratel akan menggunakan sebagian besar atau sekitar 90 persen dana IPO untuk belanja modal. Dari total penggunaan belanja modal ini, sekitar 44 persennya akan dialokasikan untuk belanja modal organik.

Perseroan akan memperluas dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan melalui penambahan penyewa kolokasi. Hal ini mencakup berbagai pengeluaran terkait penguatan dan penambahan menara yang dimiliki perseroan. 

Mitratel juga akan melakukan pembangunan menara baru dan penambahan site baru (termasuk biaya sewa lahan baru) untuk dibangun untuk pesanan build-to-suit untuk berbagai operator telekomunikasi Indonesia. Perseroan juga akan melakukan ekspansi ke teknologi dan layanan yang dapat bersinergi dengan bisnis penyewaan menara perseroan.

Sekitar 56 persen dana belanja modal akan dialokasikan untuk anorganik. Mitratel akan melakukan akuisisi strategis portfolio menara berkualitas di Indonesia, terutama menara yang dimiliki operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia. 

Selain belanja modal, perseroan akan menggunakan sisa dana IPO untuk modal kerja dan kebutuhan lainnya seperti peningkatan sistem teknologi informasi perseroan dan penerapan program pengembangan berkualitas untuk menara telekomunikasi perseroan. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA