Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Kembangkan Layanan Digital, OCBC NISP Gandeng Startup

Kamis 27 Sep 2018 07:15 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Petugas memantau pergerakan Surat Utang Negara (SUN) di Delaing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta.

Petugas memantau pergerakan Surat Utang Negara (SUN) di Delaing Room Treasury OCBC NISP, Jakarta.

Foto: Republika/Wihdan
Bank dan start up saling melengkapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank OCBC NISP akan berkolaborasi dengan berbagai startup termasuk perusahaan financial technology (fintech). Langkah itu diharapkan bisa mendukung pengembangan digital bank. 

"Kehadiran startup yang lincah dalam berinovasi sekaligus kreatif dalam berpikir merupakan penggerak transformasi usaha di sektor perbankan Indonesia," ujar Head of New Digital Ventures OCBC NISP Altona Widjaja di Jakarta, Rabu, (26/9). 

Tidak hanya dengan komunitas startup Indonesia yang bergerak di bidang keuangan, ia mengatakan, perseroan pun berencana menggandeng startup di bidang vertical industry seperti pendidikan, perumahan, kesehatan, serta layanan B2B. "Kita percaya untuk digitalisasi bank aja tidak cukup. Kita harus lihat bagaimana jadi bagian kehidupan sehari-hari dari customer. Maka kita gandeng startup berbagai bidang," kata Altona.

Menurutnya bekerja sama dengan startup merupakan solusi tepat. Pasalnya, keduanya memiliki kekuatan yang bisa saling melengkapi.

"Biasanya startup sebelum keluarkan produk, pertama melakukan banyak riset. Kita sebagai bank tidak bisa lakukan terlalu banyak riset tapi kita percaya bank punya kekuatan sendiri, maka kolaborasi ini masuk akal," tuturnya.

Head of Individual Customer Solution OCBC NISP Ka Jit menambahkan, startup dan fintech merupakan partner bank yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh bersama. Ia menilai, startup bukan kompetitor perbankan. 

Ka Jit menyebutkan, ada beberapa fintech yang tengah dieksplor. Namun, dirinya enggan menyebutkan secara detail fintech apa saja yang dimaksud. 

"Alternatif fintech paling basic, funding channeling. Kita bisa kasih funding, yang lain bisa channeling tawarkan loan OCBC atau mereka bisa bantu bangun solusi tekno kita," tutur Ka Jit pada kesempatan serupa. 

Dirinya menambahkan, funding atau pembiayaan lewat fintech lebih ke konsumer. Hanya saja, saat ini pembiayaan melalui perusahaan teknologi keuangan itu masih belum signifikan. 

Baca juga, OCBC NISP Targetkan 90 Persen Layanan Dilakukan via Digital

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES