Tuesday, 7 Safar 1440 / 16 October 2018

Tuesday, 7 Safar 1440 / 16 October 2018

NextICorn Tarik Investor Global Danai Startup Lokal

Kamis 10 May 2018 12:23 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani

Menkominfo Rudiantara,di Istana Negara. Senin (5/3).

Menkominfo Rudiantara,di Istana Negara. Senin (5/3).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Mereka memilih dan memilah startup digital Indonesia yang potensial didanai

REPUBLIKA.CO.ID,  NUSA DUA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengajak 98 investor dari 67 perusahaan top pemodal ventura di dunia berpartisipasi dalam The 1st Next Indonesia Unicorn (NextICorn) International Summit 2018 di Nusa Dua, Bali, 9-10 Mei 2018. Mereka hadir untuk memilih dan memilah startup digital Indonesia yang potensial mendapatkan pendanaan.

"Anda harus berinvestasi sekarang karena Indonesia mempunyai pertumbuhan ekonomi konsisten. Dibanding negara lain, kami cukup stabil," kata Menkonminfo, Rudiantara di hadapan para investor dan startup di Nusa Dua, Rabu (9/5).

Rudiantara memastikan 70 startup potensial yang dilibatkan dalam NextICorn tahun ini telah menjalani inkubasi dan akselerasi yang ditargetkan menjadi unicorn baru Indonesia, seperti Kata.ai, Ruang Guru, Moka POS, dan Modalku. Pemerintah juga membolehkan perusahaan ventura asing berinvestasi hingga 100 persen di e-commerce lokal dengan syarat sudah berprediket unicorn atau nilainya sudah mencapai satu miliar dolar AS atau setara Rp 14 triliun.

Indonesia saat ini memiliki empat unicorn, yaitu Go-jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong mengatakan investasi luar negeri Indonesia selama empat tahun terakhir diselamatkan dua sektor, pengolahan (smelter) dan ekonomi digital (e-commerce).

"Jika tidak ada dua sektor ini, sejak empat tahun terakhir investasi luar negeri Indonesia pasti turun," kata Thomas.

Pemerintah bekerja sama untuk mengakselerasi dan mengembangkan masuknya modal ke dalam sektor ini. Thomas mengingatkan startup Indonesia bahwa inovasi membutuhkan eksperimentasi.

"Sifat eksperimentasi kadang-kadang harus gagal. Jika proinovasi, maka harus prokegagalan. Pemerintah di sisi lain berusaha menciptakan keseimbangan untuk lingkungan usaha mereka," kata Thomas.

Sequoia Capital adalah salah satu perusahaan ventura global asal India yang telah menanamkan modal ke dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka. Ada juga top-tier investor global, seperti Tencent China, Fosun International, Appworks. Investor dalam negeri yang berpartisipasi dalam NextICorn, antara lain Alpha JWC, Convergence, Kejora, dan Venturra.

Chief Coordinator of NextICorn Promotion Roadshow Calendar, Donald Wihardja menambahkan investor yang mengikuti acara ini sudah diseleksi dengan kriteria mau berinvestasi dalam skala besar. Targetnya startup Indonesia bisa mendapatkan pendanaan hingga di atas lima juta dolar AS atau Rp 70 miliar supaya meeka mendapat gelar unicorn seri-B.

"Peluang Indonesia sangat besar, tidak kalah dari Cina dan India," katanya.

Secara global ekonomi digital telah menarik lebih dari empat miliar dolar AS atau sekitar Rp 56 miliar investasi ke perusahaan perintis. Angka ini naik 60 kali lipat sejak lima tahun terakhir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Peluru Nyasar ke Gedung DPR

Senin , 15 Oct 2018, 20:21 WIB