Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Semester Satu, PGN Catatkan Laba Rp 2 Triliun

Rabu 22 Aug 2018 14:15 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur.

PGN mulai menyalurkan gas bumi (gas in) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur.

Foto: PGN
Kenaikan laba PGN sebesae 191 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatatkan kenaikan laba sebesar 191,8 persen di sepanjang semester satu tahun ini. Pada semester satu tahun ini, PGN mencatatkan laba sebesar 145,94 juta dolar atau setara lebih dari Rp 2 triliun.

Direktur Utama PGN, Jobi Triananda menjelaskan laba bersih yang diraup oleh PGN pada periode ini merupakan peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu, PGN hanya mencatatkan laba bersih sebesar 50 juta dolar.

"Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya selama Januari-Juni 2018, perusahaan berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 191,8 persen," ujar Jobi melalui keterangan resminya, Rabu (22/8).

Jobi juga mendapatkan laba yang meningkat ini dikatrol dari pendapatan perusahaan yang juga meningkat. Semester satu tahun ini PGN membukukan pendapatan sebesar 1,62 miliar dolar. Pendapatan ini lebih tinggi daripada tahun lalu yang hanya 1,41 miliar dolar.

"Sumbangan terbesar bagi pendapatan dan laba bersih PGN selama setengah tahun ini, berasal dari pendapatan distribusi gas bumi sebesar 1,27 miliar dolar dan penjualan minyak dan gas (migas) 308 juta dolar," ujar Jobi.

Pendapatan dari 2 motor utama bisnis PGN tersebut meningkat dibandingkan realisasi semester I 2017 sebesar 1,16 miliar dolar dari distribusi gas bumi dan sebesar 212 juta dolar dari penjualan migas.

“Tahun ini penuh tantangan bagi PGN, terutama akibat dampak dari masih melambatnya perekonomian global. Kami juga bekerja keras untuk mensukseskan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha PGN,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Sampai akhir Juni 2018, volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk di dalamnya anak usaha PT Gagas Energi Indonesia ke pelanggan mencapai sebanyak 835,56 BBTUD, naik 11,55 persen dibandingkan realisasi semester I tahun lalu sebanyak 749,02 BBTUD.

Sementara volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT Kalimantan Jawa Gas total sebanyak 727,4 BBTUD, naik sedikit dibandingkan volume penyaluran gas semester I 2017 sebesar 723,9 BBTUD.

Seluruh energi baik tersebut disalurkan oleh PGN dan anak-anak usaha yaitu PT Kalimantan Jawa Gas, PT Transportasi Gas Indonesia, dan PT Gagas Energi Indonesia ke berbagai segmen pelanggan. Mulai dari industri besar dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan pelanggan rumah tangga.

"Jumlah pelanggan PGN bertambah signifikan. Sampai akhir semester I 2018, total pengguna gas bumi kami sebanyak 203.151 pelanggan. Naik 16,96 persen dibandingkan total pelanggan di semester I 2017 sebanyak 173.681 pelanggan," kata Rachmat.

Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA