Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Friday, 7 Zulqaidah 1439 / 20 July 2018

Jokowi Komitmen Kembangkan Pembangkit Listrik Energi Angin

Senin 02 July 2018 19:17 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Republika/Wihdan
Jokowi merasa di Belanda saat meresmikan PLTB Sidrap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah berkomitmen mengembangkan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan seperti tenaga angin atau bayu di Tanah Air.  Tidak hanya di Kabupaten Sidrap, energi terbarukan juga telah dikerjakan dan selesai 80 persen PLTB di Kabupaten Jeneponto.

"Selain itu juga sudah dikerjakan di Kabupaten Tanah Laut, kita harapkan pembangunan PLTB juga dilakukan segera di Jawa Barat yaitu Kabupaten Sukabumi," kata Presiden Jokowi seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta,  Senin.

Presiden Jokowi pada Senin (2/7) meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

LTB Sidrap merupakan PLTB terbesar yang beroperasi di Indonesia. PLTB ini memiliki 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter, masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW, sehingga total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin adalah 75 MW.

Banyaknya kincir angin ini pun sempat membuat Presiden berseloroh bahwa ia sedang berada di Negeri Kincir Angin, Belanda. "Saya lihat baling-balingnya muter semuanya, artinya angin di sini lebih dari cukup. Tadi saya merasa ini seperti ini (kincir), di mana? Ya di Belanda. Kok serasa di Belanda gitu. Kayak di Eropa, tapi kita di Sidrap," ujar Presiden yang membuat tertawa mereka hadir.

Selain tenaga angin, Presiden menuturkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi baru terbarukan lainnya, baik panas bumi (geotermal), energi matahari, hingga energi air.

"Panas bumi atau geotermal yang kita memiliki potensi sebanyak 29.000 MW dan baru dikerjakan kurang lebih 2.000 MW. Artinya, 10 persennya pun belum. Kemudian kita memiliki pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga air yang saya kira potensinya juga sangat besar," lanjutnya.

Selain meresmikan PLTB Sidrap, masih di tempat yang sama, Presiden juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya berkapasitas 2x100 MW dan PLTU Jeneponto Ekspansi dengan kapasitas 2x135 MW. Peresmian dilakukan dengan menandatangani prasasti.

Dengan diresmikannya PLTB di Sidrap ini, Presiden berharap target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 bisa diselesaikan. Di samping itu, peresmian proyek-proyek infrastruktur ketenagalistrikan juga bertujuan untuk memenuhi rasio elektrifikasi di Indonesia.

"Artinya, sekali lagi, dengan peresmian pembangkit listrik tenaga bayu di Kabupaten Sidrap ini kita ingin memberikan sebuah komitmen bahwa 23 persen di tahun 2025 itu akan bisa tercapai," katanya.

   Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara peresmian ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA