Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pengamat: Jaga Pasokan Premium

Senin 26 Mar 2018 17:46 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas membantu konsumen mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite pada kendaraan di SPBU Yos Sudarso, Jakarta, Ahad (25/3).

Petugas membantu konsumen mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite pada kendaraan di SPBU Yos Sudarso, Jakarta, Ahad (25/3).

Foto: Republika/Prayogi
Kenaikan harga pertalite bisa membuat konsumen beralih ke premium.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Energi, Universitas Gajah Mada, Fahmi Radhi menilai kelangkaan premium di SPBU diindikasikan karena adanya kekurangan pasokan dari Pertamina.  Di tengah kondisi harga Pertalite yang juga turut naik mengikuti harga pasar internasional, mestinya Pertamina harus menjaga pasokan Premium.

"Meski beban biaya premium meningkat, tidak seharusnya Pertamina mengurangi pasokan premium, karena distribusi premium merupakan penugasan pemerintah," ujar Fahmi saat dihubungi Republika.co.id Senin (26/3).

 

Baca juga, Ini Alasan Harga Pertalite Naik.

 

Fahmi tak menampik kenaikan harga Pertalite akan membuat pergerakan konsumen yang semula mengkonsumsi Pertalite akan beralih memakai Premium. Untuk itu, pertamina perlu menjaga pasokan Premium agar masyarakat tetap bisa mengakses BBM.

 

"Masalahnya remigrasi dari Pertalite ke Premium akan terjadi. Kalau Pertamina tidak menambah alokasi Premium yang terjadi adalah kelangkaan Premium di SPBU," ujar Fahmi.

Di satu sisi, menurut Fahmi kenaikan harga Pertalite tidak begitu mempengaruhi daya beli masyarakat. Namun akan sangat terasa dan mempengaruhi daya beli apabila Premium yang diputuskan naik harganya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA