Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Sail Banda Diharapkan Dorong Ekonomi Maluku

Senin 02 Agu 2010 04:08 WIB

Rep: cepi setiadi/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON--Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Fadel Muhammad berharap Sail Banda 2010 memiliki dampak lanjutan yang mendorong pembangunan ekonomi nasional dalam sektor kelautan.

''Khususnya pembangunan ekonomi di kawasan Maluku yang kita harapkan bisa mencapai enam persen,'' kata Fadel pada acara konferensi pers Sail Banda 2010 di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Ahad (1/8) yang juga dihadiri Menkokesra Agung Laksono serta Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.

Fadel menyatakan penyelenggaraan Sail Banda 2010 bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Maluku memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan perikanan. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono akan secara resmi menetapkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional pada acara puncak tanggal 3 Agustus 2010 nanti.

Sail Banda 2010 lanjut Fadel, juga diharapkan menunjukkan bahwa Ambon adalah kawasan yang aman dan potensial bagi investasi perekonomian, baik perikanan maupun pariwisata. ''Selain itu, infrastruktur yang dibangun secara terintegrasi selama persiapan Sail Banda 2010 akan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pembangunan Maluku,'' kata dia.

Disebutkan Fadel, event bahari berskala internasional yang berlangsung 12 Juli hingga 17 Agustus 2010 ini, hingga sekarang telah berhasil melaksanakan beberapa agenda dengan sukses. Tiga kapal partisipan Yacht Rally and Race yang menjadi agenda utama Sail Banda telah berada di Pelabuhan Tantui, Ambon, sementara yang lain masih dalam perjalanan dari Banda.

Pada agenda lainnya, para peserta Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari yang berangkat dari Surabaya, telah tiba di Ambon sejak 31 Juli 2010, dan Ahad (1/8) pagi ini melaksanakan kegiatan Bersih Pantai dan Tanam Mangrove di Lantamal. Selain itu, Simposium Kerjasama Internasional untuk Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Indonesia yang berlangsung pada tanggal 30-31 Agustus 2010, menghasilkan beberapa kesepakatan dengan pihak Australia.

Agung Laksono menambahkan, event Sail Band 2010 merupakan penyelenggaraan kegiatan bahari yang cukup unik dan menarik.Menurut Agung, intervensi pemerintah pusat dalam kegiatan ini dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA