Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Bupati Kapuas Hulu Minta Semua Desa Miliki BUMDes

Senin 17 Jun 2019 09:03 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

BUMDes Sabar Subur binaan PGN di Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang

BUMDes Sabar Subur binaan PGN di Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang

Foto: Muhammad Hafil/Republika
Banyak potensi Kapuas Hulu yang bisa dikembangkan sebagai usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAN HULU -- Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir meminta seluruh desa di daerah itu membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Baca Juga

"Manfaat Dana Desa untuk mengelola potensi unggulan di desa untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui BUMDes," kata dia, Senin (17/6).

Dia mengatakan banyak potensi desa yang dapat dikembangkan, tinggal bagaimana pihak desa mampu membaca peluang tersebut. Menurut dia, potensi unggulan di berbagai desa itu termasuk hasil pertanian, perikanan, serta perkebunan.

Nasir mengatakan di 278 desa, empat kelurahan yang tersebar di 23 kecamatan di Kapuas Hulu masih memiliki lahan yang cukup luas untuk dikelola masyarakat.Salah satu potensi ekonomi yang sudah dikembangkan, yaitu produk tepung tapioka dari ubi kayu dan bidang perikanan hasil olahan ikan.

Produki tepung tapioka dan mokaf di Desa Suka Maju, Kecamatan Mentebah untuk kebutuhan lokal, kata dia, bahkan masih belum cukup."Untuk Desa Suka Maju sudah memiliki mesin olahan dan kualitas tepung tapioka itu juga tidak kalah oleh tepung tapioka dari luar Kapuas Hulu," ucap dia.

Di bidang perikanan, kata Nasir, hampir di setiap kecamatan, masyarakat membuat kerupuk basah dan kerupuk kering. Terutama daerah pesisir Kapuas.

Bahkan, kerupuk basah yang merupakan makan khas Kapuas Hulu itu, sudah menuju pemasaran nasional maupun untuk tamu-tamu negara tetangga."Saya yakin masyarakat pedesaan bisa lebih sejahtera jika masing-masing desa mengelola potensinya dengan serius melalui BUMDes," kata dia.

Terkait dengan potensi daun kratom, menurut Nasir, saat ini memang salah satu pendongkrak ekonomi masyarakat setempat setelah anjloknya harga karet."Selagi kratom tidak dilarang silakan saja, karena memang daun kratom cukup menjanjikan, persoalan kratom itu juga sudah kami bahas bersama kementerian terkait," kata Nasir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA