Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

BJB Fokus Garap Kredit Mikro

Kamis 28 Apr 2016 12:42 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Bank BJB

Bank BJB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski kredit konsumer masih jadi tumpuan pertumbuhan, tahun ini PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) fokus menggarap kredit komersil dan mikro. Kredit komersil terutama untuk program pembangunan pemerintah dan kredit akan didorong melalui linkage.

Direktur Keuangan BJB Nia Kania menjelaskan, dari total kredit Rp 55 triliun pada kuartal satu 2016 ini, porsi konsumer mencapai Rp 39 triliun apalagi suku bunga kredit konsumer antara 15-18 persen. Laba dari transaksi treasury pada kuartal satu ini juga cukup baik, sebesar Rp 137 miliar. Laba bersih hingga akhir tahun juga diharapkan tumbuh sekitar 18 persen.

BJB mengalokasikan kredit komersil Rp 3 triliun tahun ini terutama untuk proyek konstruksi pemerintah sehingga secara akumulatif kredit komersil diharapkan mencapai Rp 10 triliun di akhir 2016. Pertumbuhan kredit mikro coba diperbesar menjadi 20-25 persen tabun ini dan kredit linkage dengan BPR 15 persen.

''Sektor yang kami prioritaskan tahun ini di konstruksi dan perusahaan pembiayaan,'' kata Nia usai konferensi pers kinerja kuarta satu 2016 BJB, Kamis (28/4).

Pada kuartal satu 2016 ini, kredit BJB mencapai Rp 55,218 triliun, tumbuh 11,3 persen dari kuartal yang sama tahun lalu.Untuk kuartal pertama ini, kredit konsumer mencapai Rp 39,670 triliun, tumbuh 14,4 persen. Kredit mikro mencapai Rp 3,210 triliun, turun 23,3 persen. Sementara kredit perumahan mencapai Rp 4,492 triliun, tumbuh 0,3 persen.

Pertumbuhan rata-rata kredit tahun ini juga ditargetkan berkisar 12-15 persen. Sehingga LDR bisa dijaga antara 85-90 persen hingga akhir tahun. Dana akhir tahun pemerintah habis dicairkan. Untuk mengelola kualitas kredit, BJB mengandalkan penjualan aset, klaim asuransi, dan pemulihan kredit yang telah hapus buku (write off) tetap dilakukan.

Rasio kredit bermasalah (NLP) kredit mikro, kata Nia, di kuartal pertama 2016 ini memang masih tinggi. Namun, hingga akhir tahun NPL gross diharapkan bisa mencapai 2,3 persen dan NPL net 1,9 persen.

Pada kuartal I 2016, NPL kredit konsumer sebesar 0,15 persen, naik dari 0,09 persen pada kuartal satu 2015. NPL kredit mikro turun menjadi 21 persen dari 25,5 persen dan NPL kredit komersial juga turun menjadi 5,9 persen dari 11,4 persen. Sementara NPL kredit perumahan naik menjadi 8,3 persen dari 4,2 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA