Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Batavia Pailit, Agen Travel Rugi

Kamis 31 Jan 2013 19:13 WIB

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: Nidia Zuraya

  Calon penumpang maskapai Batavia Air menunggu kepastian pengembalian tiket di kantor pusat maskapai tersebut di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/1).   (Republika/Aditya Pradana Putra)

Calon penumpang maskapai Batavia Air menunggu kepastian pengembalian tiket di kantor pusat maskapai tersebut di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/1). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pailitnya maskapai penerbangan Batavia Air membuat sejumlah agen travel pesawat mengalami kerugian. ''Saya yakin kejadian ini sama seperti bangkrutnya Adam Air,'' ujar Ali pemilik PT Nur Rizky Pratama Travel, yang terletak di Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Ali menjelaskan, waktu bangkrutnya Adam Air perusahaannya mengalami kerugian mencapai Rp 28 juta. ''Sekarang uang saya masih ada Rp 7 juta lebih di Batavia Air. Sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai pengembaliannya," papar Ali kepada ROL, Kamis (31/1).

Menurut Ali, kalau ingin menjalin agensi dengan Batavia Air harus memberikan deposit terlebih dahulu. Sebenarnya gelagat Batavia Air bangkrut sudah tercium sejak Selasa (29/1). Saat itu pembeli sudah memesan tiket Jakarta - Manokwari, tapi malamnya tiba-tiba dibatalkan pihak Batavia Air.

''Saya langsung ke counter Batavia Air di Bandara Soekarno-Hatta, untunglah sempat dikembalikan,'' ujarnya.

Tapi Ali, menampik kalau Batavia Air akan bangkrut dan masih membuka pelayanan tiket untuk Batavia serta memasukkan deposit lagi sebesar Rp 7 juta karena ada yang membeli tiket jurusan Jakarta-Denpasar. ''Saya nombokin jadinya, sisanya masih di Batavia'' ujarnya

Sementara, Tamsarudin pemilik Biro Travel Penerbangan Tajam Jaya, di Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mengatakan sebetulnya dia sudah melihat gejala semenjak Air Asia menolak mengambil alih Batavia Air. Tamsarudin tahu bahwa Batavia Air punya utang yang banyak. ''Sejak tahun kemarin, saya sudah tidak deposit ke Batavia Air, padahal sekali deposit harus Rp 15 juta,'' ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA