Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Bank Sentral Inggris: Pemberi Pinjaman Harus Siap Hadapi Badai Ekonomi

Rabu 06 Jul 2022 03:36 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bank of England (Bank Sentral Inggris)

Bank of England (Bank Sentral Inggris)

Foto: telegraph.co.uk
Bank sentral memperingatkan prospek ekonomi untuk Inggris dan dunia telah suram.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bank sentral Inggris (BoE) memperingatkan pada Selasa (5/7/2022) bahwa prospek ekonomi untuk Inggris dan dunia telah suram dan mengatakan kepada bank-bank untuk meningkatkan penyangga modal guna memastikan mereka dapat mengatasi badai."Prospek ekonomi Inggris dan global telah memburuk secara material," kata BoE saat menerbitkan Laporan Stabilitas Keuangan terbaru, menambahkan bahwa perkembangan seputar perang di Ukraina akan menjadi faktor kunci.

Peramal internasional seperti IMF dan OECD mengatakan Inggris lebih rentan terhadap resesi dan inflasi yang terus-menerus tinggi daripada negara-negara Barat lainnya, yang semuanya bergulat dengan guncangan pasar komoditas dan energi global.Bank-bank Inggris berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi bahkan penurunan ekonomi yang parah, kata BoE, meskipun mencatat rasio modal mereka - sementara masih kuat - diperkirakan akan sedikit menurun di kuartal mendatang.

Baca Juga

Anggota Komite Kebijakan Keuangan (FPC) mengonfirmasi bahwa BoE akan menggandakan tingkat counter-cyclical capital buffer (CCYB) menjadi 2,0 persen pada Juli tahun depan, dan mengatakan pihaknya dapat memvariasikan tingkat di kedua arah tergantung pada bagaimana ekonomi global berjalan.Tingkat CCYB merupakan penyangga tambahan untuk bank yang bervariasi tergantung pada prospek ekonomi.

Meskipun krisis biaya hidup memburuk, dengan inflasi menuju dua digit, BoE mengatakan bank-bank tahan terhadap kerentanan utang di antara rumah tangga dan bisnis. Bank sentral juga menyatakan kegelisahan atas kesehatan pasar keuangan inti - seperti obligasi pemerintah AS dan Inggris - yang menjadi subjek dash for cash Maret 2020 ketika pandemi Covid-19 mendorong penjualan panik.

"Di tengah volatilitas tinggi, kondisi likuiditas memburuk bahkan di pasar yang biasanya sangat likuid seperti obligasi pemerintah AS, emas dan suku bunga berjangka," kata BoE.

Bank sentral mencatat bahwa pasar inti Inggris - sementara masih berfungsi - telah menjadi lebih mahal untuk diperdagangkan, dengan spread bid-ask pada gilt jangka pendek lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata 2021 mereka."(Kondisi) dapat terus memburuk, terutama jika volatilitas pasar meningkat lebih lanjut," kata BoE.

BoE juga mengatakan akan melakukan analisis mendalam tentang fungsi pasar komoditas, dengan perdagangan logam sangat terganggu pada Maret oleh invasi Rusia ke Ukraina.Bank sentral mengatakan akan mulai melakukan uji ketahanan (stress test) bank tahun 2022 - tertunda karena perang - pada September, dengan hasil kemungkinan akan datang pada pertengahan tahun 2023.

 

sumber : Antara/Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA