Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Jack Ma dan Alibaba Didenda

Kamis 15 Apr 2021 12:44 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Jack Ma dan Alibaba Didenda, Jadi Akhir Masa Kejayaan Raksasa Teknologi China (Foto: TechCrunch)

Jack Ma dan Alibaba Didenda, Jadi Akhir Masa Kejayaan Raksasa Teknologi China (Foto: TechCrunch)

Perusahaan teknologi kemungkinan akan bergerak jauh lebih hati-hati.

Tekanan yang diberikan Beijing terhadap kerajaan internet Jack Ma dalam beberapa hari terakhir tidak akan lagi terlihat sama di kemudian hari. Namun, satu hal yang pasti; hari-hari kejayaan bagi raksasa teknologi China sudah berakhir.

Dilansir dari Yahoo Finance di Jakarta, Kamis (15/4) Pemerintah China telah menanamkan otoritasnya secara tak terhapuskan pada industri teknologi dalam rentang beberapa hari. Seperti memberikan denda USD2,8 miliar pada Alibaba karena menyalahgunakan dominasi pasarnya, kemudian langsung memerintahkan perombakan Ant Group Co.

Pada hari Selasa, regulator negara juga memanggil 34 perusahaan terbesar di negara itu dari Tencent Holdings Ltd., hingga TikTok pemilik ByteDance Ltd., mereka diperingati akan adanya garis merah hukum yang tidak dapat disentuh.

Baca Juga: Jack Ma Ngalah, Ant Group Bakal Restrukturasi Jadi Perusahaan Induk dengan Segmen Keuangan

Pesan tak tersirat dari otoritas Beijing kepada Ma dan pengikutnya adalah dekade ekspansi tanpa peraturan ketat hingga menciptakan penantang bagi Facebook dan Google sudah berakhir. Lewatlah sudah hari-hari ketika raksasa seperti Alibaba, Ant atau Tencent dapat menggulung pemain lama dalam bisnis yang berdekatan dengan kekuatan finansial.

"Antara aturan Ant dan denda USD2,8 miliar untuk Alibaba, hari-hari emas telah berakhir bagi perusahaan teknologi besar China,” kata Mark Tanner, pendiri China Skinny yang berbasis di Shanghai.

"Bahkan mereka yang belum ditargetkan ke tingkat ekstrim yang sama akan menurunkan strategi ekspansi mereka dan mengadaptasi banyak elemen bisnis mereka ke lingkungan baru yang terkekang."

Alhasil, kedepannya, perusahaan teknologi kemungkinan akan bergerak jauh lebih hati-hati dalam akuisisi, memberikan kompensasi berlebihan untuk mendapatkan persetujuan dari Beijing, dan memungut biaya yang lebih rendah pada nternet domestik yang mereka dominasi. Khususnya Ant Group, mereka harus menemukan cara untuk melepaskan diri dari layanan pembayaran terbesar di China dari bisnis pinjaman konsumen yang berkembang pesat dan menyusutkan dana pasar uang Yu'ebao yang pernah menjadi yang terbesar di dunia.

Bahkan perusahaan yang sejauh ini kurang diperhatikan secara detail seperti Tencent atau Meituan dan Pinduoduo, pertumbuhan mereka cenderung dibatasi.

Pada awal dekade, pengusaha visioner dan legendaris seperti Ma dan salah satu pendiri Tencent Pony Ma menciptakan kerajaan multi-miliar dolar dengan meningkatkan bisnis dari ritel hingga komunikasi, meningkatkan kehidupan ratusan juta dan melayani sebagai panutan bagi generasi muda yang semakin makmur.

Tetapi peluang besar yang berjalan bersamaan dengan pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun juga menumbuhkan mentalitas yang menang yang berkuasa hingga membuat Partai Komunis ketakutan.

Regulator menjadi khawatir karena perusahaan seperti Alibaba dan Tencent secara agresif menjaga dan memperluas kerajaan mereka. Seperti menggunakan data untuk menekan saingan atau memaksa pedagang dan penerbit konten ke dalam pengaturan eksklusif.

Pengaruh mereka yang semakin besar atas setiap aspek kehidupan China menjadi lebih jelas saat mereka menjadi saluran bagi 1,3 miliar orang di negara itu membeli dan membayar untuk berbagai hal, serta menyerahkan sejumlah besar data tentang perilaku belanja. Yang paling utama di antara mereka adalah Alibaba dan Tencent, yang menjadi raja industri dengan menginvestasikan miliaran dolar ke ratusan perusahaan rintisan.

Semua ini terjadi usai Jack Ma hendak mengantarkan Ant Group IPO senilai USD35 miliar. Ia pun mengkritik tajam regulator hingga membuat Presiden China Xi Jinping murka.

Serangkaian tindakan regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya mulai mengekang raksasa internet dan fintechnya, menghapus sekitar USD200 miliar dari valuasi Alibaba sejak Oktober.

“Hari-hari ekspansi sembrono dan pertumbuhan liar hilang selamanya, dan mulai sekarang perkembangan perusahaan-perusahaan ini kemungkinan besar akan ditempatkan di bawah kendali pemerintah yang ketat. Itu akan menjadi kasus di masa mendatang," kata Shen Meng, direktur di bank investasi butik yang berbasis di Beijing, Chanson & Co.

"Perusahaan harus menghadapi kenyataan bahwa mereka perlu merampingkan bisnis non-inti mereka dan mengurangi pengaruh lintas industri. Kasus Alibaba dan Ant akan mendorong rekan-rekan mereka untuk mengambil inisiatif untuk merestrukturisasi, menggunakan mereka sebagai referensi." tambahnya.

Perombakan Ant sebagai raksasa keuangan besar yang pernah bernilai USD320 miliar adalah contohnya. Dalam keputusan itu, People’s Bank of China mengatakan ingin mencegah ekspansi modal yang tidak teratur dan memastikan bahwa semua bisnis keuangan Ant Group akan diatur di bawah satu perusahaan induk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA